Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Abdul Haq Zaini
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Abdul Haq Zaini

1953 – 2009 M · 27.720 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Abdul Haq Zaini Ulama Nahdlatul Ulama Pesantren Nurul Jadid Probolinggo Jawa Timur

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1         Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Riwayat Keluarga
1.3       Wafat

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Mengembara Menuntut Ilmu
2.2       Guru-Guru Beliau
2.3       Mendirikan dan Mengasuh Pesantren

3          Penerus Beliau
3.1       Anak-anak Beliau
3.2       Murid-murid Beliau

4          Organisasi dan Karier
4.1       Riwayat Organisasi
4.2       Karier Beliau
4.2.1    Kepala Biro Kepesantrenan Pondok Pesantren Nurul Jadid
4.2.2
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Jadid

5Referensi

6          Chart Silsilah Sanad

1         Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1       Lahir
KH. Abdul Haq Zaini adalah putra ke enam dari pasangan KH. Zaini Mun’im dan Nyai Hj Nafi’ah. Beliau memiliki lima orang kakak, yaitu KH. Moh. Hasyim Zaini, KH. Abdul Wahid Zaini, Ny. Hj. Aisyah, KH. Fadlurrahman Zaini, KH. Moh. Zuhri Zaini, dan memiliki seorang adik laki-laki bernama KH. Nur Chotim Zaini.

Semasa hidupnya, beliau adalah sosok pria yang sehat dan senang olah raga. Hampir setiap hari selepas subuh, beliau bersama istri tercinta senantiasa menyempatkan diri berolahraga ringan. Berjalan-jalan menghirup segarnya embun pagi di sekitar pesantren Nurul Jadid, sambil menyapa para petani yang mencangkul sawah di pinggiran pesantren.

KH. Abdul Haq Zaini lahir pada tanggal 5 Mei 1953 di Karanganyar, Paiton Probolinggo. Ra (Gus) Abdul Haq kecil lahir dalam keadaan tidak normal. “Tubuhnya terbungkus semacam kulit tipis,” kata Ratib (61) santri senior yang pernah menjadi guru Ra Abdul Haq di Madrasah Aliyah Nurul Jadid.

Melihat keganjilan tersebut, KH. Zaini Abdul Muním, ayahandanya berdoa kepada Allah agar bayi Ra Abdul Haq bisa tumbuh normal. Seiring doa ayahandanya, akhirnya telinga Ra Abdul Haq kecil mulai keluar dari kulit yang membungkus seluruh tubuhnya. Kemudian perlahan-lahan menjadi normal sebagaimana layaknya anak kecil lainnya. “Hanya saja, di ujung bagian telinga kanannya berlubang,” kata Ratib.

Sejak kecil, Ra Abdul Haq senang olah raga. Salah satunya adalah pencak silat. Saat itu beliau berniat berguru kepada ayahandanya. Namun karena tingginya tingkat kesibukan ayahandanya, ia dianjurkan untuk berguru pada orang lain. Selain gemar olah raga, saat remaja Ra Abdul Haq dikenal sebagai pemuda yang sangat pandai bergaul dengan orang lain. Beliau paling mudah akrab dengan para santri, dan tidak membeda-bedakannya.

1.2       Riwayat Keluarga

Beliau melepas lajangnya dengan menikahi Ny Hj Nuri Firdausiyah dan dikaruniai 4 anak

1.3       Wafat

Beliau wafat sekitar pukul 00.30

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+