Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Muhammad Hasyim Zaini
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Muhammad Hasyim Zaini

12.632 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH Muhammad Hasyim Zaini Ulama Nahdlatul Ulama Probolinggo Jawa Timur

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Profil KH. Muhammad Hasyim Zaini

  1. Kelahiran
  2. Pendidikan
  3. Menjadi Pengasuh
  4. Teladan
  5. Karomah
  6. Chart Silsilah Sanad

Kelahiran

KH. Hasyim Zaini merupakan putra pertama dari KH. Zaini Mun’im, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Pendidikan

KH. Hasyim Zaini mendapatkan pendidikan untuk pertama kalinya, langsung dari ayahandanya tercinta. Sebagai putra, beliau sangat patuh dan tawadu’ terhadap kedua orang tuanya.

Berkat kepatuhan kepada kedua orang tuanya, beliau memiliki kecerdasan dan tingkat intelegensia yang tinggi, beliau juga sangat tekun memuthala’ah tiap materi pelajaran dan cukup telaten (kreatif).

Ketelatenan ini terlihat dari catatan pinggir di seluruh kitab-kitab beliau tentang keterangan atau petuah guru-gurunya (termasuk dari ayahandanya). Mengenai ketelatenan ini, beliau pernah berkata, “man kutiba karra wa man sumi’a farro” (barang yang ditulis akan kekal, tapi jika hanya didengar akan hilang).

Menginjak usia dewasa, beliau kemudian melanjutkan proses pendidikannya ke Pondok Pesantren Peterongan Jombang, yang kala itu diasuh oleh KH. Musta’in Ramli. Sebelum berangkat mondok, ayahandanya berpesan kepada beliau bahwa dalam proses belajar janganlah mengandalkan orangtua, tapi andalkanlah Allah. Pesan ini kemudian selalu beliau ingat dan yakini. Lebih-lebih ketika beliau mengalami kejadian yang mencerminkan petuah dari ayahandanya tersebut.

Ceritanya, ketika berangkat menuju Pesantren Peterongan, beliau mengalami musibah; bekal berupa beras dari kedua orangtuanya tertinggal di Surabaya.

Dari kejadian ini, beliau kemudian tambah yakin bahwa petuah dari ayahandanya tersebut benar; harus mengandalkan Allah SWT. Dari kesadaran dan keyakinan tersebut, beliau kemudian mendapatkan banyak kemudahan-kemudahan dari Allah. Di antaranya, beliau acapkali dikunjungi tamu yang selain untuk silaturrahmi juga memberikan uang.

Meski demikian, uang dari tamu-tamu itu tidak beliau miliki sendiri. Beliau menaruh uang tersebut dalam wadah bekas songkok dan meletakkannya di pojok kamar dalam biliknya. Kemudian kepada sahabat-sahabatnya, beliau berkata, “jika di antara sahabat-sahabat ada yang membutuhkan uang, bisa mengambilnya di dalam wadah songkok itu.” Selain itu, beliau juga medapatkan kemudahan Allah berupa hadirnya sebuah amplop berisikan beberapa lembar rupiah dari balik sajadah di setiap habis menunaikan salat.

Dalam amplop tersebut tertulis nama beliau sebagai orang yang dituju, sementara nama pengirimnya tidak tertulis. Setelah dari Peterongan, Kiai Hasyim kemudian kembali ke Paiton. Di sini, selain membantu ayahandanya mengurus pesantren dan mendidik santri, beliau meneruskan jenjang pendidikannya di Akademi Dakwah dan Pendidikan Nahdlatul Ulama (ADIPNU) yang ketika itu, posisi rektor langsung dipegang oleh ayahandanya, KH. Zaini Mun’im. Di jenjang pendidikan ini, beliau berhasil meraih gelar BA (Bachelor of Art).

Menjadi Pengasuh

Setelah wafatnya ayahanda tercinta, KH. Zai

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+