Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Nyai Hj. Zuhriyyah Munawwir
✓ Terverifikasi Tim Riset

Nyai Hj. Zuhriyyah Munawwir

lahir 1939 M · 27.532 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Nyai Hj. Zuhriyyah Munawwir Ulama Nahdlatul Ulama Kediri Jawa Timur

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Riwayat Keluarga
1.3       Wafat

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Masa Menuntut Ilmu
2.2       Guru-Guru Beliau
2.3       Mengasuh Pesantren

3          Penerus Beliau
3.1       Murid-murid Beliau

4          Keakhlakan Beliau

5          Referensi

6         Chart Silsilah Sanad

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Nyai Hj. Zuhriyyah atau yang biasa disapa Ibu Nyai Zahro’ merupakan salah satu ulama perempuan yang sangat kuat dan tekun dalam menjaga Al-Qur’an. Beliau adalah putri terakhir dari KH. M. Munawwir bin Abdullah Rosyad dari pernikahan dengan Ibu Nyai Khodijah, Kanggotan, Gondowulung, Yogyakarta. Adapun saudara kandungnya secara berurutan yaitu Nyai Juwairiyyah, Nyai Durriyah, Nyai Walidah, KH. Ahmad, dan Nyai Zuhriyyah.

Sesuai dengan huruf awal namanya, Nyai Zahro lahir di tahun Za’, yaitu pada hari Rabu Kliwon, tanggal 3 Jumadil Akhir 1358 H/19 Juli 1939 M. Waktu usianya baru tiga tahun beliau sudah ditinggal ayahnya menghadap Allah SWT.

1.2 Riwayat Keluarga
Pada usia yang sudah 35 tahun, Nyai Zahro’ belum juga menikah, padahal sudah ada banyak yang hendak mengkhitbahnya, tetapi dengan halus beliau tolak. Hingga tiba saatnya ada seorang kyai yang juga sangat terkenal kewaliannya sejak masih muda, yaitu KH. Mubasyir Mundzir, pengasuh Pondok Pesantren Ma’unah Sari Kediri. Kyai Mubasyir waktu itu usianya sudah 55 tahun tetapi juga belum menikah. Mungkin ini sudah takdir pertemuan antara dua insan yang  menjadi kekasih Allah SWT.

Suatu kesempatan Kyai Mubasyir mendapatkan saran untuk melamar Nyai Zahro. Karena sama-sama belum saling kenal, maka Kyai Mubasyir meminta Gus Thoha yang merupakan salah satu murid dan keponakannya itu untuk melihat Nyai Zahro’ dengan mata batinnya. Akhirnya Gus Thoha mampu melihat Nyai Zaho’ denga mata batin jernihnya, yang hasilnya bahwa Nyai Zahro’ merupakan seekor burung merpati putih yang berparuh emas, burung merpati yang selalu melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an.

Dua insan yang belum pernah bertemu dan hanya dilihat dengan mata batin yang jernih ini, akhirnya bisa menikah dan membangun keluarga yang selalu bertakwa kepada Allah SWT. Inilah sesungguhnya jodoh yang diridhoi Allah SWT. Dua kekasih Allah SWT yang menjaga terus ketakwaannya bertemu dan saling melengkapi. Pada akhirnya di hari Jumat akhir bulan Juni 1973 berlangsunglah pernikahan KH. Mubasyir dengan Nyai Zuhriyyah dengan sederhana. Waktu itu yang mengakadkan yaitu KH. Ali Maksum, yang bertindak sebagai wali adalah KH. Ahmad Munawwir, sedangkan yang menjadi saksinya yaitu Bapak Syai’an dan Gus Thoha. Acara pernikahan ini berlangsung di Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek L dengan mahar sebesar 10.000 dan ditutup dengan doa yang dibacakan oleh Gus Toha.

1.3 Wafat
Beliau wafat pada tahun 2009 dan dimakamkan di Komplek Pema

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+