KH.R. Moch Burhan (Apa Eyang) Ulama Nahdlatul Ulama Bandung Jawa Barat
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-guru Beliau
2.3 Mendirikan dan Mengasuh Pesantren Cijawura
3 Penerus Beliau
3.1 Murid-murid Beliau
4 Organisasi, Karier, dan Karya
4.1 Riwayat Organisasi
4.2 Karier Beliau
4.3 Karya Beliau
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH.R. Moch Burhan dilahirkan pada tahun 1901. Beliau adalah pendiri Pesantren Cijawura Bandung, sebagai cucu pendiri Pesantren Keresek Garut.
KH.R. Moch Burhan merupakan seorang kiai yang mempunyai peranan penting dalam aktivitasnya mengembangkan agama Islam khususnya di daerah Cijawura Hilir, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung.
1.2 Riwayat Keluarga
Dua tahun setelah mengajar di Cijawura, KH.R. Moch Burhan dinikahkan dengan putrinya Abah Haji Syukur yang bernama Ibu Hj Kultsum.
1.3 Wafat
Beliau wafat pada 27 Ramdhan 1412 H, yakni Tahun 1991, di makamkan di pemakaman Cijawura Bandung.
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Latar belakang pendidikan KH.R Moch Burhan pernah bersekolah di SD Cibatu Garut. Tahun 1914 melanjutkan melanjutkan mondok di Pondok Pesantren Keresek, Garut selama 4 tahun di bawah bimbingan KH. Ahmad Nahrawi.
Setelah dianggap mampu memahami dasar-dasar agama, KH.R. Moch Burhan melanjutkan ke Pondok Pesantren Fauzan Cisurupan, Garut (KH. Umar Bashri). Dan tahun 1920-1925 beliau melanjutkan tholabul ilmi di Pondok Pensantren Sukamiskin, Kota Bandung.
Pada saat mondok di Sukamiskin KH.R. Moch Burhan pernah diangkat menjadi Wakil Ajengan dari KH.R Ahmad Dimyati (pengasuh Ponpes Sukamiskin). Di samping itu juga atas perintah dari KH.R. Ahmad Dimyati, beliau mendapat permintaan dari Abah Haji Syukur untuk mengajar di Cijawura. Abah haji syukur merupakan tokoh yang disegani oleh masyarakat Cijawura sekaligus merupakan menantu dari abah H. Mu’min.
Dua tahun setelah mengajar di Cijawura, KH.R. Moch Burhan dinikahkan dengan putrinya Abah Haji Syukur yang bernama Ibu Hj Kultsum. Setelah menikah, beliau belum menetap di Cijawura, atas petunjuk dari gurunya KH.R. Ahmad Dimyati, KH.R. Moch Burhan melanjutkan pendidikan pesantren ke Gentur, Cianjur yang diasuh oleh KH. Satibi selama beberapa tahun untuk memperdalam ilmu Falaq.
Setelah tholabul ilmi pendidikan pesantren di Gentur, Cianjur, beliau melanjutkan pendidikan pesantren
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

