Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Musleh Adnan
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Musleh Adnan

lahir 1975 M · 37.982 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Musleh Adnan, Ulama, Nahdlatul Ulama, Pamekasan, Madura, Jawa Timur

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       RiwayatKeluarga

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Mengembara Menuntut Ilmu
2.2       Guru-guru Beliau
2.3       Mendirikan dan mengasuh Pesantren

3          Penerus Beliau
3.1       Murid-murid Beliau

4          Organisasi, dan Karier
4.1       Riwayat Organisasi
4.2       Karier Beliau

5         Metode Dakwah Beliau

6         Referensi

7        Chart Silsilah Sanad

1  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir
KH. Musleh Adnan lahir di Jember 18 Oktober 1975. Ia bungsu dari empat saudara. Kedua orang tua Kiai Musleh telah bercerai sehingga ia bersama ketiga kakaknya ikut sang Ummi. Perceraian tersebut membuat Umminya harus berperan menjadi single parent untuk keempat anaknya dan menanggung semua kebutuhan anak-anaknya.
 

1.2  Riwayat Keluarga
KH. Musleh Adnan menikah dengan putri salah satu keluarga dari pesantren Nurul Jadid dan dikaruniai beberapa anak.

2  Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau

2.1   Mengembara Menuntut Ilmu
Pada tahun 1987, KH. Musleh Adnan muda menjadi santri Nurul Jadid. Disinilah ujian Kiai Musleh muda dimulai. Beliau pernah berbohong kepada Umminya ketika sang Ummi bertanya perihal biaya, maka beliau menjawab “tidak usah dibiayai, cukup disambung dengan doa.”

Padahal pondok pesantren Nurul Jadid adalah salah satu pondok pesantren besar di Jawa Timur. Maka biaya yang dikeluarkan pun harus mencukupi kebutuhan. Namun tak menjadi penghalang bagi KH. Musleh Adnan muda untuk bisa menimba ilmu di pondok pesantren Nurul Jadid. Beliau memutar otak untuk bisa bertahan hidup di pesantren yang dikenal dengan trilogi dan panca kesadaran santri tersebut.

KH. Musleh Adnan muda semasa mondok sangat jarang mendapat kiriman. Meskipun dikirim uang, uang itu ia gunakan sebagai uang spp sekolah. Karena sang Ummi hanya bisa membantu biayai spp.  Untuk masalah makan, belia selalu bertanya kepada teman-teman sekamarnya “adakah yang sudah makan?” jika dirasa ada yang belum makan, beliau akan menjadi juru masak dengan harapan untuk bisa numpang makan dengan teman-temannya.

Dalam pengalamannya beliau pernah mengambil jatah makan ustadznya. Namanya Ustadz Abdussomad (Alm) dari Bondowoso. Ustadz Abdussomad selalu mendapat jatah makan di kantin. Jatah tersebut diambil oleh KH. Musleh Adnan muda kemudian dibawanya ke kamar dan lagi-lagi beliau hanya numpang makan. Ustadz Abdussomad adalah orang yang berjasa bagi KH. Musleh Adnan muda semasa mondok di Nurul Jadid. KH. Musleh Adnan muda kalau mau pulang juga numpang biaya kepada ustadz Abdussomad.   

Meskipun harus bertahan hidup dengan selalu menumpang makan dengan teman-temannya, nyatanya beliau dapat bertahan hingga 10 tahun mondok di pondok pesanten Nurul Jadid. Mulai dari SLTP, SLTA hingga

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+