Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Abdul Wahid Zaini, Pengasuh Pesantren Nurul Jadid Probolinggo
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Abdul Wahid Zaini, Pengasuh Pesantren Nurul Jadid Probolinggo

1942 – 2000 M · 20.271 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Abdul Wahid Zaini lahir pada hari Jum'at tanggal 17 Juli 1942 di Desa Galis, Pamekasan, Madura. Beliau merupakan putra kedua dari tujuh bersaudara dari pasangan KH. Zaini Mun'im dan Nyai Hj. Nafi'ah.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi 

1.      Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1    Lahir
1.2    Wafat
1.3    Keluarga

2.      Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1    Pendidikan
2.2    Guru
2.3    Mengasuh Pondok Pesantren

3.      Karier
4.      Chart Silsilah Sanad
5.      Referensi

1.   Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

KH. Abdul Wahid Zaini lahir pada hari Jum'at tanggal 17 Juli 1942 di Desa Galis, Pamekasan, Madura. Beliau merupakan putra kedua dari tujuh bersaudara dari pasangan KH. Zaini Mun'im dan Nyai Hj. Nafi'ah.

1.2 Wafat
Hampir seluruh hidup KH. Abdul Wahid Zaini diwakafkan demi perjuangan dan pengabdian kepada agama, negara dan bangsa. Dengan penuh kesabaran, ketekunan dan pemikiran yang luar biasa, beliau mengabdikan diri untuk Pesantren dan organisasi NU. Beliau aktif di RMI dan LAKPESDAM NU.

Pada tanggal 18 Sya’ban 1421/15 November 2000, tanpa ada firasat apa-apa, secara tiba-tiba beliau dipanggil oleh Allah SWT. Beliau meninggal dunia dengan segudang keteladanan. Kepergiannya merupakan duka yang mendalam bagi keluarga, para santri, dan secara umum masyarakat Nahdliyin.

1.3 Keluarga
KH. Abdul Wahid Zaini menikah dengan Nyai Hj. Zubaidiyyah Toha dan dianugerahi delapan orang anak, yaitu:
1. Abd. Hamid Wahid, M.Ag.
2. Eny Halimiyah Wahid
3. Nur Diana Khalidah Wahid
4. Najiburrahman Wahid,
5. Fitroh Hanifiyyah Wahid
6. Hilyah Mashunah Wahid
7. Sholahuddin Wahid
8. Madarik Wahid.

2.   Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan

KH. Abdul Wahid Zaini memulai pendidikannya dengan belajar kepada ayahandanya. Ketika belajar kepada sang ayah, beliau merupakan sosok yang memiliki kecerdasan yang tinggi. Meski demikian, beliau tetap tekun dalam muthola’ah tiap materi pelajaran.

Saat menginjak usia dewasa, KH. Wahid kemudian mondok ke Pesantren Peterongan Jombang, yang kala itu diasuh oleh KH. Musta’in Ramli. Selain mondok, beliau juga meneruskan jenjang pendidikannya di sekolah Pendidikan Mu’allimin Atas (saat ini menjadi MTs dan MA). Sebagai santri di Pesantren Darul Ulum, selain aktif mengikuti setiap kegiatan ke pesantrenan, Kyai Wahid muda juga turut memikirkan kemajuan pesantren. Kala itu beliau pernah menggagas tentang berdirinya IKDU (Ikatan Keluarga Darul Ulum). Tujuan organisasi ini adalah untuk mengakomodir santri dari berbagai daerah, yang selanjutnya diharapkan bisa memberikan sumbangan, baik pemikiran atau lainnya, demi kemajuan pesantren.

Dalam perkembangannya, IKDU berubah menjadi IKAPPDAR (Ikatan Keluaga Besar

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+