KH. Abdullah Mahfudz adalah ulama Tasikmalaya pendiri pesantren Babakan Tasikmalaya
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-guru Beliau
2.3 Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
3 Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
3.2 Murid-murid Beliau
4 Karier dan Karya
4.1 Karier Beliau
4.2 Karya Beliau
5 Wasiat Beliau
6 Referensi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Abdullah Mahfudz, ia lahir pada tahun 1914 Masehi atau 1335 Hijriah di kampung Babakan Tipar Desa Cimahi Kecamatan Cantayan Kabupaten Sukabumi, beliau lahir dari pasangan H. Didi (alm) dengan Hj. Ruqiyah bin KH. Abdurrohim (alm), pasangan ini di karuniai 9 anak, 4 laki-laki dan 5 perempuan, sedangkan KH. Abdullah Mahfudz sendiri anak yang ke 3 dari 9 bersaudara tersebut.
1.2 Wafat
KH. Abdullah Mahfudz menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 55 tahun
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Perjuangan KH. Abdullah Mahfudz dalam menimba ilmu di mulai tahun 1920, ketika itu beliau berusia 6 tahun yaitu dengan mengikuti pengajian di Muallimin H. Fahruroji Tipar dengan tuntasnya hafalan Al- Qur’an 30 juz. Kemudian beliau melanjutkan ke ponpes tipar pimpinan KH. Masthuro selama 6 tahun, nama KH. Abdullah Mahfudz pun merupakan pemberian dari gurunya yang tercinta KH. Masthuro.
Pada tahun 1927 beliau masuk sekolah SLA di kota Sukabumi yang tepat nya Jalan Kebon Cau, di bawah asuhan KH. Ahmad Juaeni setelah selesai disitu beliau mulai menimba ilmu keluar daerah sukabumi untuk pertama kalinya ke Ponpes Gentur Cianjur yang di pimpin oleh KH. Ahmad Syatibi (Mama Kaler) dan ke KH. Muhammad (Mama Kidul) selama 3 tahun. Lalu memperdalam ilmu shorof ke pesantren Sumur Garut pimpinan KH. Mahalli selama 2 tahun, lalu mengembara kembali ke Ponpes Cijerah Bandung dengan seorang teman nya KH. Izuddin Aljaswari Cisaat yang terkenal ahli dalam bidang ilmu mantiq, munadzoroh dan ahli nahwu selama 8 Bulan di bawah pimpinan KH. Suja’i.
Kemudian beliau melanjutkan bertualang di beberapa Pondok Pesantren di jawa Barat diantaranya di Keresek garut di KH. Busrol Karim, dipesantren cibunar garut, di Ponpes Gunung Kawung Tasik Malaya pimpinan KH. Abdul Fatah (Ulama yang bergelar si kamus ahli lughot), di Pesantren Gudang pimpinan KH. Suja’i, di Pondok pesantren Sigong Cirebon asuhan KH. Abdul Manan (ahli hikmah), berguru kepada KH. Adra’i (seorang ulama ahli fiqih) di Ponpes Lewi dingding Cirebon, ketika beliau hendak pul
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

