Tgk. Syeikh.H. Adnan Mahmud adalah ulama besat dari Negatantang dan pengasuh pesantren Ashabul Yamin
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Masa Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
2.3 Mengasuh Pesantren
3 Penerus
3.1 Anak-Anak
3.2 Murid-Murid
4 Organisasi, Karier, dan Karya
4.1 Riwayat Organisasi
4.2 Karier
4.3 Karya
5 Referensi
6 Chart Silsilah Sanad
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Syekh H. Abu Adnan Mahmud atau yang akrab disapa Nek Abu Bakongan lahir di Desa Suak Beurembang, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Selatan pada bulan Maret tahun 1905 M. Ayahnya bernama Tgk. Mahmud atau yang sering dikenal dengan Tgk. Muda Amin dan ibunya bernama Siti Hawa. Nek Abu Bakongan merupakan anak ke-8 dari 12 bersaudara.
1.2 Riwayat Keluarga
Nek Abu Bakongan selama hidupnya memiliki dua orang istri. Istri pertama bernama Khamsiyah binti Usman yang merupakan anak dari Tgk. Usman (Tgk. Imum Bakongan). Dan Istri kedua Nek Abu Bakongan bernama Hj. Hasani atau lebih akrab disapa Nek Ummi, yang merupakan anak dari Tgk. Ali Beutong. Nek Abu Bakongan dikarunia 7 orang anak dan semuanya laki-laki.
1.3 Wafat
Tgk. Syekh H. Adnan Mahmud wafat pada hari Selasa 27 Desember 2011 sekitar pukul 01.00 WIB di kediamannya, Desa Keude Bakongan, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan.
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Masa Menuntut Ilmu
Nek Abu Bakongan sejak kecil sudah mendapatkan pendidikan umum dari sekolah yang didirikan oleh Belanda, yaitu Vervolg School pada tahun 1914. Vervolg School (setingkat dengan SD sekarang) merupakan sekolah yang didirikan Belanda untuk pendidikan golongan pribumi. Pada tahun 1934 dipecahkan menjadi dua yaitu Volkschool (Sekolah Desa) dengan lama pendidikan 3 tahun dan menggunakan bahasa daerah sebagai pengantar dan Vervolg School (Sekolah Sambungan) dengan lama pendidikan 2 tahun dan masih menggunakan bahasa daerah sebagai pengantar dan lulusan Vervlog School bisa mengajar di Volkschool.
Kemudian dilanjutkan ke Thawalib School Manggeng, Kabupaten Aceh Selatan selama 2 tahun. Thawalib School (Perguruan Thawalib) merupakan salah satu program Sumatera Thawalib yang bertujuan untuk menandingi sekolah umum, membendung pengaruh Kristen dan melahirkan Muslim untuk kemajuan Islam dan umatnya. Perguruan Thawalib menerapkan sistem pendidikan modern yang mengajarkan ilmu-ilmu agama sekaligus ilmu-ilmu umum guna mencetak ulama cendakiawan.
Di samping pendidikan umum tersebut, Nek Abu Bakongan juga terus melanjutkan pendidikan Islam pada guru pertamanya, yaitu Tgk. Abdullah hanya berupa pengajian pada malam di
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

