DR. K.H. Fadlolan Musyaffa', Lc., MA adalah pengasuh pesantren Jawa Tengah
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Masa Menuntut Ilmu
2.2 Guru-guru Beliau
2.3 Mengasuh Pesantren
3 Penerus Beliau
3.1 Murid-murid Beliau
4 Organisasi, Karier, dan Karya
4.1 Riwayat Organisasi
4.2 Karier Beliau
4.3 Karya Beliau
5 Referensi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Fadlolan Musyaffa’ adalah sosok Kyai muda NU dari Grobogan Jawa Tengah yang lahir 07 April 1970 dari kedua orang tuanya Abah dan ibunya, KH. Musyaffa’ dan Nyai Hj Sumaryatin.
1.2 Riwayat Keluarga
DR. KH. Fadlolan Musyaffa’,Lc.,MA melepas lajangnya dengan menikahi dan Bu Nyai Hj. Fenti Hidayah, S. Pd.I. Kisah ini bermula ketika Kyai Fadlolan berusia 28 tahun
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Masa Menuntut Ilmu
Sejak usia 13 tahun, Kyai Fadlolan telah berpisah dari keluarganya untuk menuntut ilmu. Abah dan ibunya, KH. Musyaffa’ dan Nyai Hj Sumaryatin mengirim Kyai Fadlolan keluar dari desa untuk sekolah dan mondok. Semenjak nyantri, Kyai Fadlolan menerapkan prinsip manajemen waktu, manajemenn prioritas, dan manajemen taqarrub ilallah. Dengan prinsip tersebut, alhamdulillah segala urusan diberikan kemudahan.
Kealiman dan semangat Kyai Fadlolan dalam tholabul ‘ilmi telah ditunjukkan semenjak beliau menempuh pendidikan dasar. Beliau menyelesaikan jenjang SD hingga MA dengan akselerasi. Kyai Fadlolan hanya menempuh jenjang SD selama 5 tahun, kemudian pada jenjang MTs beliau juga merangkap jenjang Madrasah Aliyah kelas 1.
Setelah lulus dari Madrasah Tsanawiyah, Kyai Fadlolan melanjutkan nyantri ke Pondok Pesantren Al Ma’ruf Bandungsari yang diasuh oleh Kyai Abdul Wahid Zuhdi. Kyai Wahid Zuhdi adalah murid yang ‘alim ‘allamah dari Prof. Dr. Sayed Muhammad Al Maliki ( Syech Maliki Saudi ) dan juga santri KH. Maemoen Zubair. Kyai Wahid Zuhdi adalah salah satu guru Kyai Fadloan yang memberikan pengasuh besar dalam perjalanan Kyai Fadlolan dalam mencari ilmu.
Selama nyantri di Bandungsari, hal yang paling beliau nantikan adalah mengaji dengan Kyai Wahid Zuhdi. Setiap kali mendengar Kyai Wahid Zuhdi ngendikan, beliau selalu merasakan kesejukan dan ketenangan. Selepas mengaji dengan Kyai Wahid, Kyai Fadlolan selalu menyelenggarakan murojaah dan diskusi hingga menjelang subuh.
Kyai Fadlolan muda juga dikenal sebagai jagoan di Pondok Bandungsari. Beliau berhasil memimpin berbagai bahtsul masail dengan sukses. Padahal, ngaji kepada Kyai Wahid tidak me
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

