KH. Dimyathi Romly adalah ulama besar pesantren Darul Ulum Jombang dan mursid tarekatQadiriyah wan Naqsabandiyah
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Masa Menuntut Ilmu
2.2 Guru-guru Beliau
2.3 Mengasuh Pesantren
3 Penerus Beliau
3.1 Murid-murid Beliau
4 Organisasi, Karier, dan Karya
4.1 Riwayat Organisasi
4.2 Karier Beliau
4.3 Karya Beliau
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Dimyathi Romly lahir di Rejoso, Jombang, pada 3 Mei 1944. Beliau putra KH. Romly Tamim dari istri Nyai Hj. Khadijah binti Lukman (1920–1993) dari Suwaru Mojoagung Jombang. Beliau adalah anak ketiga dari lima bersaudara yang semuanya laki-laki. Ayahnya adalah Mursyid Tarekat Qadiriyah wan Naqsabandiyah yang berpusat di Rejoso, dan kakeknya, Kiai Tamim Irsyad, adalah pendiri pondok Pesantren Darul Ulum bersama menantunya KH. Cholil Juremi di tahun 1885.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Dimyathi Romly melangsungkan akad nikah dengan Nyai Muflichah pada 12 Februari 1972. Nyai Muflichah adalah putri pertama dari dari KH. Marzuqi Zahid dan Nyai Hj. Halimah Zaini dari pondok Pesantren Langitan Widang, Tuban.
Resepsi pernikahan dilangsungkan di Langitan pada tanggal 19 Agustus 1972, kemudian yang kedua di Rejoso pada tanggal 26 Agustus 1972 di rumah Nyai Romly, dan esoknya di kediaman KH. Musta’in Romly. Dari perkawinannya dikaruniai 8 anak yaitu: Ahmad Syihabuddin, Imelda Fajriati, Soraya, Muhammad Afifuddin, Muhammad Izzulhaq, Fara Habibah, Muhammad Mustain Dzul Azmi dan Ahmad Muharram.
1.3 Wafat
KH. Dimyathi Romly wafat pada 18 Mei 2016 atau 11 Syakban 1437 H. Ribuan jemaah mengantarkan KH. Dimyathi Romly pada peristirahatan terakhirnya. Almarhum dimakamkan di komplek pemakaman keluarga Asrama Hidayatul Qur’an Darul Ulum.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Masa Menuntut Ilmu
KH. Dimyathi Romly tumbuh dalam pengasuhan dan bimbingan langsung kedua orangtuanya dan paman-pamannya di Darul Ulum. Memulai belajar di sifir awwal, sifir tsaani, dan sifir tsaalis, semacam pendidikan pra-sekolah yang belajarnya di masjid. Kemudian bersekolah di Madrasah Ibtida’iyah Rejoso selama enam tahun dan Madrasah Tsanawiyah Rejoso selama tiga tahun. Pada saat sekolah Tsanawiyah inilah, beliau kehilangan buyanya, KH. Romly meninggal dunia pada tahun 1958 dalam usia 72 tahun.
Selanjutnya KH. Dimyathi Romly bersekolah di Madrasah Aliyah Rejoso atau saat itu disebut Perguruan Muallimin Atas, dan lulus pada tahun 1962 di usia 18 tahun. Selain sekolah formal tersebut, KH. Dimyathi Romly muda kerap mondok tabarukan untuk mendapatkan ilmu dan keberkahan dari para kiai dan ulama. Di antaranya di Ploso Mojo Kediri di bawah pengasuhan KH. D
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

