Syeikh Djamaluddin Assegaf Puang Ramma adalah ulama kharismastik berjasa mendirikan NU di Sulawesi Selatan
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-guru
3 Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Metode Dakwah
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Allahu Yarham Syeikh Sayyid al-Habib Kiai Haji Jamaluddin Assegaf Puang Ramma al-Khalwatiyah Syaikh Yusuf al-Makassari al-Magfur Qaddasallahu Sirrah, dikenal sebagai Syeikh Djamaluddin Assegaf Puang Ramma, lahir pada tanggal 21 Juni 1919 M. di Kampung Tambua, Kabupaten Maros, sekitar 12 kilometer ke arah utara dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
Beliau merupakan putra dari Sayyid Ahmad Hanbal Assegaf Puang Lau, yang menetap di Pulau Salemo. Sayyid Ahmad Hanbal Assegaf Puang Lau menikah dengan Syarifah Mukminah, dan dari pernikahan tersebut lahirlah empat orang anak laki-laki dan dua perempuan, antara lain: Abdul Hamid Assegaf Puang Cora, Abdul Majid Assegaf Puang Sikki, Abdul Rahman Assegaf Puang Tiga, Abdul Rahim Assegaf Puang Makka, Sayyidah Wahidah Assegaf, dan Sayyidah Wihdah Assegaf.
1.2 Riwayat Keluarga
Memasuki tahun 1943, Syeikh Djamaluddin Assegaf Puang Ramma menikah di Gowa, tepatnya di Balang Baru. Setelah menikah, beliau tetap aktif mengunjungi ulama-ulama yang dianggapnya memiliki kredibilitas untuk belajar dan berdiskusi, guna memperdalam ilmunya.
Dalam perjalanan ini, beliau menjadi akrab dengan beberapa ulama sezamannya, seperti KH. Ahmad Bone dan KH. Muhammad Ramli. Bersama ulama-ulama lainnya, beliau mendirikan majelis ilmu di berbagai daerah. Setelah memiliki banyak jamaah, majelis ilmu ini berkembang dan menjadi pusat kegiatan keagamaan yang penting di masyarakat.
1.3 Wafat
Beliau wafat di kediamannya Jalan Baji Bicara Nomor 7 Makassar pada hari Jum’at 15 Sya’ban 1427 H, atau tanggal 8 September 2006 M, dan dimakamkan ditempat kelahirannya di Desa Tambua Kabupaten Maros.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Beliau mempelajari dasar-dasar ilmu agama, terutama bahasa Arab. Secara formal, beliau melanjutkan pendidikannya dengan mempelajari kitab-kitab di Pesantren Pulau Salemo, Kabupaten Pangkep, di hadapan gurunya, Anreguru K.H. Abdul Rasyid, serta beberapa ulama lainnya seperti K.H. Muhammad, K.H. Abdul Aziz, K.H. Muhammad Sanusi, K.H. Minahajje, K.H. Cande, dan K.H. Abubaedah.
Dari para guru dan kiai inilah, Puang Ramma menerima banyak ilmu agama dan menguasai kitab-kitab kuning yang meliputi kitab tafsir dan ilmu tafsir, hadis dan ilmu hadis, fikih dan usul fikih, ilmu tasawuf, dan berbagai disiplin ilmu lainnya.
2.2 Guru-guru
Guru-Guru Syeikh Djamaluddin Assegaf Puang Ramma
- Anreguru K.H. Abdul Rasyid, seorang ulama yang dihormati di Pesantren Pulau Salemo, Kabupaten Pangkep. Beliau dikenal karena kedalaman ilmu agamanya dan kemampuan mengajar yang luar biasa. Di bawah bimbingannya, Puang Ramma mempelajari berbagai kitab kuning, yang meliputi tafsir, hadis, fikih, dan tasawuf.
- KH. Abdul Aziz, seorang ulama dengan spesialisasi dala
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

