Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Muhammad Sanusi
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Muhammad Sanusi

1904 – 1974 M · 34.901 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Pada saat usia 10 tahun, Kyai Sanusi disekolahkan di Volk School (Sekolah Rakyat) yang terletak di Desa Ciporang. Kendati sudah berumur 10 tahun, Kyai Sanusi termasuk murid yang paling kecil. Dalam buku catatan Kyai Sanusi, setiap sore dirinya selalu mengaji di pesantren KH. Ghazali.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi:

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Metode Pengajaran
3.2  Melawan Penjajahan

4.    Karya-Karya
5.    Chart Silsilah Sanad

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Markab atau yang akrab dipanggil KH. Muhammad Sanusi atau Mbah Sanusi lahir pada malam Jum’at, 12 Rabi’ul awal 1322 H / 12 Januari 1904 M. di Desa Winduhaji, Kuningan, Jawa Barat. Beliau merupakan putra ketiga dari tujuh bersaudara, dari pasangan KH. Agus Ma’ani bin Kyai Aki Natakariya dengan Ibu Nyai Asnita binti Kuwu Kyai Kauri.

Adapun saudara-saudara beliau diantaranya: Aminah (meninggal dunia saat usia 8 tahun), Mir’ati (meninggal dunia saat berusia 6 tahun), Sarpan (Abdur Rahim), Zaenab, Suknasih, Kasem (meninggal dunia saat usia 7 hari). Sedangkan saudara yang se-ayah lain ibu, adalah Kun’ah dan Saodah (meninggal dunia saat usia 5 tahun).

1.2 Riwayat Keluarga
Pada suatu hari KH. Sanusi mendapat panggilan dari KH. Amin Sepuh dan diberi tahu bahwa kyai menjodohkan KH. Sanusi dengan saudari iparnya.

Padahal di rumah, KH. Sanusi pun dijodohkan dengan putri Kuwu bernama Nyai Robi’ah. KH. Sanusi pun mulai dilema. Akhirnya melakukan Shalat Istikhoroh, dan mendapat jawaban bahwa harus menikah dengan apa yang dijodohkan oleh Kyainya.

Maka pada tanggal 10 Syawal 1344 H (1926), KH. Sanusi menikah dengan Nyai Hj. Sa’adah binti KH. Ali bin Kyai Masinah, seorang janda dari Kyai Halif (Desa Lontangjaya). Nyai Sa’adah merupakan kakak ipar dari KH. Amin sepuh dan telah mempunyai seorang putra bernama Atho’illah.

Meskipun secara status KH. Sanusi Sanusi adalah saudara tua KH. Amin Sepuh, namun KH. Sanusi tetap takdzim dan menghormati KH. Amin Sepuh sebagai gurunya. Hingga di kemudian hari KH. Amin Sepuh dijuluki sebagai Kyai Sepuh, dan KH. Sanusi dijuluki sebagai Kyai Anom.

1.3 Wafat
Pada hari Jum’at tanggal 31 Mei 1974 M. bakda Isya’, semua putra-putri Mbah Sanusi dipanggil menghadap ayahnya, dikarenakan ayahnya mengalami sakit yang cukup parah. Sambil menasihati dan memberikan beberapa wasiat, minta dipijiti hingga pukul 23.00 WIB mereka disuruh pulang kembali.

Esok harinya, Sabtu, 1 Juni 1974 M. pukul 08.00 WIB KH. Sanusi kembali memanggil putranya untuk di antarkan ke RSU Gunung Jati Cirebon yang ternyata menurut diagnosa dokter bahwa jantung KH. Sanusi telah pecah. Hingga beberapa saat kemudian, tepatnya pada pukul 12.30 WIB KH. Sanusi menghembuskan nafas terakhirnya.

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+