Hj. Tuty Alawiyah beliau adalah ulama wanita yang berasal dari Jakarta, kepiawaian beliau menjadikan beliau sosok wanita serba bisa, gigih, ulet, selain sebagai seorang ustadzah, beliau pernah menjadi menteri dua pemerintahan, dan pengasuh pesantren putri As-Syafi’iyah di Jatiwaringin Bekasi
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Masa Menuntut Ilmu
2.2 Guru-guru Beliau
2.3 Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
3 Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
3.2 Murid-murid Beliau
4 Organisasi, Karier, dan Karya
4.1 Riwayat Organisasi
4.2 Karier Beliau
4.3 Karya Beliau
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Hj. Tuty Alawiyah yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Bidang Pemberdayaan Perempuan ini dilahirkan pada 30 Maret 1942 di Jakarta dari pasangan KH. Abdullah Syafi'ie dan Hajjah Rogayah. Ayahnya merupakan ulama terkenal asal Betawi sehingga dari kecil ia sudah dididik ilmu agama dengan baik.
1.2 Riwayat Keluarga
Beliau menikah dengan H. A. Chatib Naseh, dari pernikahan beliau dikaruniai 5 anak di antaranya
- H. Moh. Reza Hafiz
- H. Dailami Firdaus
- Hj Nurfitria Farhana
- Hj Lily Kamalia Ihsana
- Hj. Syifa Fauzia
1.3 Wafat
Hj. Tutty Alawiyah wafat di Rumah Sakit MMC pada usia 74 tahun, pada Rabu 4 Mei 2016 pukul 07.15 WIB, jenazah dimakamkan di pemakaman keluarga di lingkungan Pesantren As-Syafiiyah Jatiwaringin.
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Masa Menuntut Ilmu
Hj. Tutty Alawiyah menempuh pendidikan di antaranya:
1. SD Slamet Riyadi / Ibtidaiyah As-Syafi’iyah, Jakarta
2. Tsanawiyah As-Syafi’iyah, Jakarta
3. Aliyah As-Syafi’iyah, Jakarta
4. Sarjana S-1 Fakultas Ushuluddin IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta
5. Mendapat Gelar Doctor Honoris Causa pada tgl. 17 Februari 2001 dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarief Hidayatullah Jakarta
2.2 Guru-guru Beliau
Guru-guru beliau sewaktu belajar menuntut ilmu adalah:
1. KH. Abdullah Syafi'ie
2. Hajjah Rogayah
2.3 Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
Beliau melanjutkan lembaga pendidikan yang didirikan oleh ayahnya dibawah naungan Yayasan Perguruan As-Syafi'iyah yang didirikan tahun 1993. Di bawah pengelolaannya, lembaga pendidikan tersebut semakin besar dengan memiliki unit Pesantren Putra-Putri dan Yatim, Pesantren Tinggi Darul Agama, Sekolah Tinggi Wiraswasta, serta Universitas Islam Syafi'iyah.
3
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

