KH. Abdullah Syafi’ie atau yang kerap dipanggil dengan sapaan H. Dulah merupakan sosok ulama dan tokoh Betawi kelahiran Kampung Bali Matraman, pada 10 Agustus 1910.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Sanad Keilmuan
2.1 Guru-guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Lembaga Pendidikan
3.2 Perintis Berdirinya MUI
3.3 Menjadi Tokoh Penegak Kebenaran
3.4 Mendirikan Pemancar Radio Dakwah Pertama di Jakarta
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Abdullah Syafi’ie atau yang kerap dipanggil dengan sapaan H. Dulah merupakan sosok ulama dan tokoh Betawi kelahiran Kampung Bali Matraman, pada 10 Agustus 1910.
1.2 Wafat
KH. Abdullah Syafi’ie wafat pada 3 September 1985. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat dan pejabat yang dekat dengan beliau, termasuk ucapan belasungkawa dari Presiden Suharto. Bahkan MUI Pusat mengajak seluruh kaum Muslimin untuk melakukan Shalat Gaib.
2. Sanad Keilmuan
Semenjak kecil KH. Abdullah Syafi’ie banyak menuntut ilmu di berbagai tempat dan belajar dari banyak guru.
2.1 Guru-guru Pendidikan KH. Abdul Syafi’ie Al-Batawie
- Kyai Marzuki
- Kyai Musanif
- Kyai Sabeki
- Habib Ali bin Husein Al-Atthas (Habib Ali Bungur)
- Habib Alwi Bin Thahir
- Habib Alwi Al Hadad
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah Pendidikan
KH. Abdullah Syafi’ie Al-Batawie adalah sosok yang Kharismatik. Di tengah kesibukannya mendidik para santri, beliau juga berdakwah di berbagai tempat, termasuk di Majelis Taklim As-Syafi’iyah yang berlangsung setiap hari Minggu.
Beliau merupakan salah satu di antara kyai yang mampu menggugah hati masyarakat untuk larut dalam wejangan beliau. Banyak masyarakat, begitu juga ulama, yang mengucurkan air mata ketika beliau berceramah tentang alam kubur. KH. Abdullah Syafi’ie memang ulama yang mempunyai kharisma yang tinggi.
3.1 Mendirikan Lembaga Pendidikan
Dari hasil belajar tentang ilmu agama yang diperoleh KH. Abdullah Syafi'ie hingga berusia 17 tahun, beliau lalu membuka madrasah di kampung kelahirannya. Lembaga pendidikan agama yang menggunakan tempat bekas kandang sapi. Lembaga pendidikan itu di beri nama Madrasah Islamiyah Ibtidaiyah.
Beberapa tahun kemudian, berganti nama menjadi As-Syafi’iyah. Nama tersebut merupakan perpaduan antara nama Syafi’ie dengan Mazhab Imam Syafi’i yang dianut beliau.
Setelah sekian lama semakin maju dan berkembang lembaga pendidikan yang KH. Abdullah Syafi’ie dirikan, akhirnya beliau mengembangkan kembali sebuah Perguruan As-Syafi’iyah dan melakukan renovasi Masjid Al-Barkah. Sedangkan, di tahun 1960 beliau juga mendirikan lembaga pendidikan di daerah lain seperti Jatiwaringin, Cilangkap, Jakasampurna, Payangan, Cogrek, dan lain-lain.
Terlebih, atas keberkahan beliau, Jatiwaringin dijad
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

