Asy-Syekh Al-Akbar Muhammad Dahlan merupakan putra (anak laki-laki) tertua dari Asy-Syekh Al-Akbar Abdul Fattah. Beliau dilahirkan pada tanggal 21 Desember 1916 M bertepatan dengan 26 Safar 1334 H di daerah Cidahu, Tasikmalaya.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Biografi Asy-Syekh Al-Akbar M. Dahlan
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Perjalanan Menuntut Ilmu
2.2 Guru Beliau
4. Tanda Kekhalifahan Asy-Syekh Al-Akbar Muh. Dahlan
5. Pergi Haji yang terakhir kali
6. Beberapa Untaian kata beliau
7. Referensi
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
Asy-Syekh Al-Akbar Muhammad Dahlan merupakan putra (anak laki-laki) tertua dari Asy-Syekh Al-Akbar Abdul Fattah. Beliau dilahirkan pada tanggal 21 Desember 1916 M bertepatan dengan 26 Safar 1334 H di daerah Cidahu, Tasikmalaya.
1.2 Wafat
Tahun-tahun setelah beliau menunaikan haji, tampaklah penurunan beliau secara fisik. Waktu demi waktu beliau lalui dengan kelemahan daya fisik. Tugas dan tanggung jawab sebagai Guru Mursyid, tetap beliau laksanakan. Pergi pulang Jakarta–Tasikmalaya sudah menjadi rutinitas (kebiasaan), beliau masih lakukan meskipun dengan kelemahan dan keterbatasan fisik.
Mengenai penyakit yang cukup parah yang pernah dialami beliau adalah gangguan ginjal, sehingga pernah ketika mengajar beliau meminta izin untuk ke belakang. Beliau pernah dibopong oleh dua orang murid, di kanan-kiri beliau ketika memasuki ruangan majelis. Hal itu dialami menjelang akan dioperasi batu ginjal beberapa bulan kemudian.
Suatu hal aneh terjadi ketika beliau diperiksa oleh beberapa orang dokter, yang menyatakan bahwa organ-organ tubuh vital beliau dalam keadaan sehat, hanya masalah faktor usia saja yang menyebabkan beliau harus banyak istirahat. Bahkan ada cerita seorang murid yang keadaan penyakitnya sudah cukup parah, dibimbing pengobatannya secara ghaibiyah oleh beliau.
Inilah yang membuktikan bahwa bimbingan ruhaniyah Guru yang Wali Mursyid tetap berlangsung kepada murid-murid, meskipun secara jasad tidak berjumpa. Itulah yang menjadi keistimewaan berthariqat di bawah bimbingan Guru Mursyid. Bahkan baik dalam keadaan sehat maupun sakit jasmani seorang Guru Mursyid, ruhaninya tetap membimbing dan mengarahkan perjalanan Salik daripada murid-muridnya. Hal ini telah sering dialami oleh banyak murid Thariqat Al-Idrisiyyah.
Pada tanggal 17 September 2001 M, beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir, dipanggil Kekasih beliau Yang Abadi
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Perjalanan Menuntut Ilmu
Pendidikan awal beliau diperoleh langsung dari ayahandanya. Kemudian Sekolah Rakyat Melayu di Singapura. Sepulang Syekh Abdul Fattah ke tanah air pada tahun 1932 beliau disekolahkan di Madrasah ‘Unwanul Falah, Habib Ali Kwitang dan Madrasah Jami’atul Khair Tanah Abang, Jakarta. Setelah menimba ilmu di dua madrasah tersebut, ia mendapatkan tugas untuk mempersiapkan kitab-kitab ayahnya manakala membahas suatu persoalan, menunggunya sampai
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

