Habib Ali Kwitang Al-Habsy merupakan tokoh penting dalam jejaring habaib pada akhir abad ke-19 dan paruh pertama abad ke-20. Hampir seluruh jejaring habaib di Nusantara dan Haramain terkoneksi dengannya, bahkan beliau juga menghubungkan generasi sebelumnya dengan generasi setelahnya, juga antara ulama pribumi dan ulama hadrami.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi:
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Nasab
1.3 Riwayat keluarga
1.4 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Penerus
3.1 Murid-Murid
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mendirikan Majelis Taklim
5. Jasa-Jasa
5.1 Pencetus hari dan waktu Proklamasi Kemerdekaan RI
5.2 Mendeklarasikan NU di Jakarta
6. Kisah Habib Menegur Muridnya
7. Karya-Karya
8. Teladan
9. Chart Silsilah Sanad
10. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi lahir pada hari Minggu, 20 Jumadil ‘Awal 1286 atau pada 20 April 1870 di Kampung Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Beliau merupakan putra dari pasangan Al-Habib Abdurrahman Al-Habsyi dengan Habibah Salmah.
Kelahiran Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi merupakan kelahiran yang sangat ditunggu-tunggu kedua orang tuanya, karena setelah bertahun-tahun menikah, Habib Abdurrahman dan Habibah Salmah belum juga diberi keturunan. Pada suatu waktu, Habibah Salmah kemudian bermimpi menggali sumur yang airnya melimpah ruah hingga membanjiri sekelilingnya. Lalu, diceritakanlah mimpi itu kepada sang suami.
Setelah mendengar mimpi istrinya itu, Habib Abdurrahman langsung menceritakannya kepada Habib Syekh bin Ahmad Bafaqih. Kemudian, Habib Syekh menjelaskan, mimpi tersebut sebagai tanda akan lahirnya seorang putra yang saleh dan ilmunya akan melimpah ruah berikut keberkahannya.
Tapi sayangnya, ayah beliau, Al-Habib Abdurrahman Al-Habsyi tidak lama hidup mendampingi putra yang beliau cintai tersebut. Beliau berpulang ke Rahmatullah pada saat putra beliau masih berumur 10 tahun.
1.2 Nasab
Beliau masih keturunan dari Rasulullah SAW, dengan silsilah sebagai berikut:
1. Nabi Muhammad Rasulullah SAW.
2. Sayyidah Fathimah Az-Zahra wa Ali bin Abi Thalib, binti
3. Al-Imam Al-Husain
4. Al-Imam Ali Zainal Abidin
5. Al-Imam Muhammad Al-Baqir
6. Al-Imam Ja’far Shadiq
7. Al-Imam Ali Al-Uraidhi
8. Al-Imam Muhammad An-Naqib
9. Al-Imam Isa Ar-Rumi
10. Al-Imam Ahmad Al-Muhajir
11. As-Sayyid Ubaidillah
12. As-Sayyid Alwi Alawiyyin
13. As-Sayyid Muhammad
14. As-Sayyid Alwi
15. As-Sayyid Ali Khali’ Qasam
16. As-Sayyid Muhammad Shahib Mirbath
17. As-Sayyid Ali
18. As-Sayyid Al-Imam Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad
19. As-Sayyid Ali
20. As-Sayyid Hasan Atturabi
21. As-Sayyid Mu
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

