Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Ahmad Dimyati (Mama Mafazah)
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Ahmad Dimyati (Mama Mafazah)

1939 – 1992 M · 6.824 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Ahmad Dimyati (Mama Mafazah) beliau adalah ulama kharismatik berasal dari Sindangkerta, dan pendiri pesantren Mafazah, Bandung Barat.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Riwayat Keluarga
1.3       Wafat

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Mengembara Menuntut Ilmu
2.2       Guru-guru Beliau
2.3       Mendirikan dan Mengasuh Pesantren

3          Penerus Beliau
3.1       Anak-anak Beliau
3.2       Murid-murid Beliau

4         Karier
4.1      Karier Beliau

5          Referensi

1 Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir

Mama Mafazah memiliki nama asli KH. Ahmad Dimyati. Ayahnya bernama Mad Tarif dan Ibunya bernama Umi Sar'ah.

Sampai saat ini, belum menemukan catatan kelahiran Mama Mafazah. Namun melihat dari catatan kelahiran anak keduanya (almarhum KH. Asep Hasanudin) yang menurut keluarga lahir di tahun 1939, maka diperkirakan Mama Mafazah lahir antara tahun 1905 sampai 1915.
 

1.2   Riwayat Keluarga

Dalam pejalanan hidupnya, KH. Ahmad Dimyati pernah menikah sebanyak dua kali. Disebutkan, istri pertama beliau bernama Neneng. Namun pada pernikahan ini terjadi perceraian dan tidak ada keturunan.

Kemudian beliau menikah lagi dengan Hj. Siti Masitoh (Embu) yang pada saat itu juga berstatus janda. Hj. Siti Masitoh ini sebelumnya pernah menikah dengan KH. Komar Darojatulloh yang dikenal selanjutnya sebagai Mama Pajagalan Cililin.

Mama Pajagalan Cililin merupakan sahabat dari Mama Mafazah. Keduanya pernah sama-sama mondok dan menimba ilmu di Pesantren Mama Cijerah. Sehingga pernikahan Mama Mafazah bisa dikatakan menikahi mantan istri sahabatnya.

Dari pernikahan Mama Mafazah dengan Embu Hj. Siti Masitoh lahir sejumlah anak, diantaranya:

  1.     Burhan, meninggal waktu masih anak-anak.
  2.     KH. Asep Hasanudin (Alm.), Merupakan pendiri Pondok Pesantren Al-Huda Radio Cililin).
  3.     KH. Aceng (Alm.), merupakan tokoh agama di Cibabat.
  4.     H. Daud, tinggal di Kp. Pasirpogor Desa Puncaksari.
  5.     Hj. Euis, tinggal di Kp. Cimuncang Desa Pasirpogor.
  6.     KH. Gufron Dimyati, dewan guru dan ketua KBIHU Mafazah Assalafiyah.
  7.     KH. Saefulloh, dewan guru di Pesantren Mafazah Assalafiyah.
  8.     Bpk. Dudun Sya'dulloh, dewan guru di Pesantren Mafazah Assalafiyah.
  9.     Hj. Imas, tinggal Pondok Pesantren al-Ikhlas Cikawung, Sukamulya, Cipongkor.
  10.     Neneng, meninggal waktu kecil.
  11.     Hj. Toto, tinggal di Pondok Pesantren Mafazah Assalafiyah.
  12.     Maesaroh, meninggal waktu kecil.
  13.     Hj. Neneng Nurlatifah, tinggal di Pondok Pesantren Mafazah Assalafiyah.

1.3  Wafat

KH. Ahmad Dimyati tutup usia pada tahun 1992, jenazah beliau dimakamkan pada komplek pemakaman famili Pondok Pesantren Mafazah

2  Sanad Ilmu dan P

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+