Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah seorang ulama karismatis dari Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat dan merupakan pendiri Nahdlatul Wathan, organisasi massa Islam terbesar di provinsi tersebut
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Nasab
1.4 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan Lokal
2.2 Pendidikan di Makkah
2.3 Belajar di Madrasah Al-Shaulatiyah
2.4 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Sosok Seorang Pemimpin
3.2 Perjalanan Dakwah
4. Karier
5. Kisah Mbah Ma’shum dan Santri Jin
6. Karya-Karya
7. Referensi
8. Chart Silsilah Sanad
Laduni.ID, Jakarta - Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah seorang ulama kharismatis dari Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat dan merupakan pendiri Nahdlatul Wathan, organisasi massa Islam terbesar di provinsi tersebut. Di pulau Lombok, sebutan (Syekh) lebih dikenal dengan sebutan (Tuan Guru), yang di (Jawa) identik dengan (Kyai). Seperti (Hamka), beliapun memiliki nama singkatan, yaitu Hamzanwadi (Hajji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah).
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid lahir di Kampung Bermi, Pancor, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 17 Rabiul Awal 1316 Hijriah bertepatan dengan tanggal 5 Agustus 1898 Masehi dari pernikahan Tuan Guru Haji Abdul Madjid (beliau lebih akrab dipanggil dengan sebutan Guru Mu’minah atau Guru Minah) dengan seorang wanita sholehah bernama Hj. Halimah Al-Sa'diyah
Nama kecil beliau adalah 'Muhammad Saggaf', nama ini di latar belakangi oleh suatu peristiwa yang sangat menarik untuk dicermati, yakni tiga hari sebelum beliau dilahirkan ayah beliau, TGH. Abdul Madjid, didatangi orang waliyullah masing-masing dari Hadramaut dan Maghrobi.
Kedua waliyullah itu secara kebetulan mempunyai nama yang sama, yakni "Saqqaf". Kedua waliyullah itu berpesan kepada TGH. Abdul Madjid supaya anaknya yang akan lahir itu diberi nama "Saqqaf" yang artinya "tukang memperbaiki atap". Kata "Saqqaf" di Indonesia-kan menjadi "Saggaf" dan untuk dialek bahasa Sasak menjadi "Segep". Itulah sebabnya beliau sering dipanggil dengan "Gep" oleh ibu beliau, Hj. Halimah Al-Sa'diyah.
Setelah menunaikan ibadah haji, nama kecil beliau tersebut diganti dengan 'Haji Muhammad Zainuddin'. Nama ini pun diberikan oleh ayah beliau sendiri yang diambil dari nama seorang ulama besar yang mengajar di Masjid Al-Haram. Akhlak dan kepribadian ulama besar itu sangat menarik hati sang ayah. Nama ulama besar itu adalah Syekh Muhammad Zainuddin Serawak, dari Serawak, Malaysia.
Maulana Syekh Tuan Guru KH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah anak bungsu dari enam bersaudara. Kakak kandung beliau lima orang, yakni Siti Syarbini, Siti Cilah, Hajjah Saudah, Haji Muhammad Sabur, dan Hajjah Masyitah.
Ayah beliau TGH. Abdul Madjid yang terkenal dengan panggilan "Guru Mu'minah" adalah seorang Muballigh dan terkenal pemberani. Beliau pernah memimpin pertempuran melawan kaum penjajah, sedangkan ibunya Hajjah Halimah Al-Sa'diyah terkenal sangat sholehah.
Sejak kecil Al-Mukarram Maulana Al-Syekh Tuan
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

