Syekh Zainuddin As-Sumbawi adalah seorang ulama dan guru bagi ulama-ulama ternama di berbagai negara, seperti Malaysia, Brunei dan beberapa negara Timur Tengah. Bahkan, beliau menjadi guru banyak ulama ternama di Indonesia.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi:
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Sempat Pulang ke indonesia
4. Karya-karya
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
Syekh Zainuddin As-Sumbawi adalah seorang ulama dan guru bagi ulama-ulama ternama di berbagai negara, seperti Malaysia, Brunei dan beberapa negara Timur Tengah. Bahkan, beliau menjadi guru banyak ulama ternama di Indonesia.
1.1 Lahir
Syekh Zainuddin As-Sumbawi merupakan seorang ulama besar Sumbawa yang berasal dari Desa Tepal, Kecamatan Batu Lanteh. Tanggal kelahiran beliau tidak diketahui dengan pasti, diperkirakan beliau lahir pada tahun 1810-an, berdasarkan perkiraan yang di buat oleh Wan Mohammmad Shaghir Abdullah, seorang penulis berkebangsaan Malaysia yang banyak menulis tentang Syekh Zainuddin As-Sumbawi.
Dari beberapa narasumber, diketahui bahwa semasa kecilnya, Syekh Zainuddin merupakan anak yang nakal dan bengal, bahkan saking nakalnya, Syekh Zainuddin kecil seringkali merepotkan orang tuanya, bahkan pernah di usir dari rumah. Namun demikian, sebagai seorang calon ulama besar, sejak masih anak-anak Syekh Zainuddin sudah memperlihatkan karomahnya. Seringkali tetangganya di kampung melihat Syekh Zainuddin kecil tidur sambil melayang dibawah kolong rumahnya (anok bongan), atau sambil tertidur tubuhnya melayang di atas sungai.
1.2 Wafat
Syekh Zainuddin As-Sumbawi wafat pada bulan Zulqaedah 1312 Hijrah/1895 M, dan sebagai bentuk penghargaan kepada beliau, di Desa Tepal telah didirikan sebuah MTs dan SMA yang menggunakan nama beliau. (HMB)
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Di Makkah Syekh Zainuddin berguru kepada Syekh Nawawi Al-Bantani (1230H/1814M–1312H/1897M) khusus tentang Hadis Muslim. Selain belajar di Makkah, Syekh Zainuddin juga berguru ke negeri Syam (Syiria) untuk belajar Tarekat Qadiriyah kepada Syekh Muhammad Mukrim sehingga mencapai tingkatan tertinggi yaitu khalifah.
Salah seorang muridnya Syekh Muhammad Azhari Al-Falimbani menulis ; “Syaikhona Al-‘Alim Al-‘Allamah Al-Khalifah At-Tarekah Al-Qadiriyah Asy-Syeikh Muhammad Zainuddin As-Sumbawi, beliau mengambil daripada Syekhona As-Sayyid Muhammad Mukrim, Mufti negeri Hamad benua Syam. Yang beliau mengambil daripada Masyaikh-Masyaikhi ilan Nabi Muhammad SAW yang muttasil hingga sekarang ini. Dan jika hendak mengetahui silsilah tarekat ini lihat di dalam Tuhfatil Qudsiyah bagi Syaikhunal Mazkur Asy-Syekh Muhammad Zainuddin”
Syekh Ahmad bin Muhammad Zain Al-Fathani, yang menulis ; “Dan mengkhabarkan kepada hamba oleh Al-‘Alim Tuan Guru Zainuddin Sumbawa Rahimahullah ta’ala bahawasanya mengenai akan dia oleh penyakit karang, maka minum ia akan air rebusan kayu sepang dan kayu kendarang, mengekali ia atasnya beberapa bulan, maka sembuh ia dan hilang daripadanya penyakit itu semua sekali"
2.2 Guru Beliau
- Syekh Nawawi Al-Bantani,
- Syekh Muhammad Mukrim, Mufti Hamad di Syam,
2.3 Murid-murid
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

