Khalid bin Walid adalah seorang panglima perang yang sangat heroik dan terkemuka dalam sejarah peperanagan pada zaman Rasulullah SAW. Ia diberi julukan saifullah, pedang Allah karena keheroikannya yang tidak ada bandingannya
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Biografi Khalid bin Walid
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Khalid bin Walid Masuk Islam
3. Strategi Perang Khalid bin Walid
4. Untaian kata Khalid bin Walid
5. Untain kata Ulama kepada Beliau
6. Referensi
Khalid bin Walid adalah seorang panglima perang yang sangat heroik dan terkemuka dalam sejarah peperanagan pada zaman Rasulullah SAW. Ia diberi julukan saifullah, pedang Allah karena keheroikannya yang tidak ada bandingannya. Ia adalah penggerak militer yang sangat ulung. Para sejarawan mencatat, dia tidak pernah kalah dalam satu peperanganpun baik pada saat jahiliyah atau setelah masuk Islam. Prestasinya ini menjadi kebanggaan sejarah dan kebudayaan Islam.
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
Khalid bin Walid lahir kira-kira 17 tahun sebelum masa pembangunan Islam. Beliau anggota suku Bani Makhzum, suatu cabang dari suku Quraisy. Ayahnya bernama Walid dan ibunya Lababah. Khalid termasuk di antara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah binti Al-Harits radhiallahu ‘anhu, bibi dari Khalid, adalah isteri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya.
1.2 Wafat
Khalid bin Walid wafat pada tahun 21 Hijriyah di Hims pada usia 52 tahun.
2. Khalid bin Walid Masuk Islam
Dahulu sebelum masuk Islam Nama Khalid bin Walid sangat termashur sebagai panglima Tentara Kaum Kafir Quraisy yang tak terkalahkan. Begitu gagah dan perkasanya Khalid baik di Medan perang maupun ahli dalam menyusun strategi perang.
Khalid bin Walid masuk islam setelah pertempuran Uhud yang banyak merenggut para pejuang muslim. Dalam perang itu Khalid bin Walid menjadi panglima Tentara Kaum Kafir Quraisy. Ia masuk islam setelah mendengar lantunan ayat suci Al Qur'an surat al hujarat ( Qs 49:13 ) yang dibacakan oleh Bilal pada tahun kedelapan hijriyah, seorang budak hitam dan buta hurup. Setelah itu, Nabi memberi gelar kepadanya dengan nama “Syaifulloh yang artinya “Pedang Alloh yang terhunus”. Setelah bergabungnya Khalid bin walid kedalam Islam, bertambah kuatlah pasukan Muslim hingga bisa menaklukan kota Mekkah dan Pasukan Kafir Quraiy.
3. Strategi Perang Khalid bin Walid
Beliau adalah seorang kesatria, Khalid bin Walid bin Al-Mugiroh Al-Qurasy Al-Makhzumy Al-Makky, anak saudari ummul mukminin Maimunah binti Al-Harits radhiallahu ‘anhu, dia seorang lelaki yang kekar, berpundak lebar, bertubuh kuat, sanga
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

