Nama Abu Ubaidah adalah Amir bin Abdullah bin al-Jarrah al-Fihri al-Qurasyi radhiallahu ‘anhu. Ia lebih dikenal dengan kun-yahnya, Abu Ubaidah dan langsung dinisbatkan (di-bin-kan) ke kakeknya. Sementara ibunya adalah Umaimah binti Ghanam.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar isi Biografi Abu Ubaidah bin Jarrah RA
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
1.2 Wafat
3. Mendapat Pendidikan dari Rasul SAW
9. Nasehat
10. Referensi
Nama Abu Ubaidah adalah Amir bin Abdullah bin al-Jarrah al-Fihri al-Qurasyi radhiallahu ‘anhu. Ia lebih dikenal dengan kun-yahnya, Abu Ubaidah dan langsung dinisbatkan (di-bin-kan) ke kakeknya. Sementara ibunya adalah Umaimah binti Ghanam.
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
Abu Ubaidah lahir 40 tahun sebelum hijrah. Tepatnya tahun 584 M. Ia adalah laki-laki yang berperawakan kurus berwajah cekung. Janggutnya tipis. Posturnya tinggi bungkuk dan patah gigi serinya.
1.2 Wafat
Penyebab wafatnya Abu Ubaidah bin al-Jarrah adalah wabah thaun yang melanda negeri Syam. Tepatnya di masa pemerintahan Umar bin al-Khattab radhiallahu ‘anhu. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan, siapa yang wafat karena penyakit ini, ia seorang syahid. Kemudian ia juga wafat fi sabilillah. Ia menggabungkan dua keutamaan. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
«مَا تَعُدُّونَ الشُّهَدَاءَ فِيكُمْ؟» قالوا: يَا رَسولَ اللهِ، مَنْ قُتِلَ في سَبيلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيدٌ. قَالَ: «إنَّ شُهَدَاءَ أُمَّتِي إِذًا لَقَليلٌ»! قالوا: فَمَنْ هُمْ يَا رسول الله؟ قَالَ: «مَنْ قُتِلَ في سَبيلِ الله فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ في سَبيلِ الله فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ في الطَّاعُونِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ في البَطْنِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَالغَرِيقُ شَهِيدٌ». رواه مسلم.
“Menurut kalian, orang yang kalian anggap mati syahid itu seperti apa”? Para sahabat menjawab, “Mereka yang terbunuh dalam jihad di jalan Allah. Itulah syahid.” Nabi menanggapi, “Kalau begitu pasti sedikit yang syahid di tengah umatku.”
Para sahabat bertanya, “Jadi siapa mereka, wahai Rasulullah”? Rasulullah menjawab, “Siapa yang terbunuh saat jihad di jalan Allah adalah syahid. Siapa yang wafat dalam ketaatan kepada Allah, dia syahid. Siapa yang wafat karena thaun, dia syahid. Siapa yang wafat karena penyakit yang ada di perutnya, dia syahid.”
Ibnu Miqsam berkata pada anak Abu Ubaidah, “Aku bersaksi bahwa ayahmu termasuk di dalam hadits ini.” [HR. Muslim 1915].
Sejarawan sepakat bahwa Abu Ubaidah wafat karena wabah thaun amwas di Syam pada tahun 18 H [Al-Isti’ab ‘ala Hasyiyah al-Ishabah, 3/3].
Saat Abu Ubaidah dimakamkan, Muadz bin Jabal berkhotbah di tengah masyarakat yang hadir. Ia menyebutkan banyak keutamaan Abu Ubaidah dalam khotbahnya.
Abu Said al-Maqbari berkata, “Saat Abu Ubaidah t
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

