Nama beliau adalah Ghauts az-Zaman al-Waly Qutub al-Akwan Asy-Syekh Muhammad bin Abdul Karim As-Samman Al-Madani keturunan Sayyidina Hasan bin Sayyidina Ali dengan Sayyidah Fatimah Az-Zahra binti Sayyidina Rasulullah SAW.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Biografi Syekh Muhammad Samman Al-Madani
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Perjalanan Menuntut Ilmu
2.2 Guru Beliau
3. Penerus Beliau
3.1 Murid-murid Beliau
3. Karya Beliau
4. Referensi
Nama beliau adalah Ghauts az-Zaman al-Waly Qutub al-Akwan Asy-Syekh Muhammad bin Abdul Karim As-Samman Al-Madani keturunan Sayyidina Hasan bin Sayyidina Ali dengan Sayyidah Fatimah Az-Zahra binti Sayyidina Rasulullah SAW.
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
Syekh Muhammad Samman lahir pada tahun 1130 H/1718 M di Madinah yang berasal dari kaum Quraisy.
1.2 Wafat
Syekh Muhammad Samman wafat di Madinah pada tanggal 2 Zul Hijjah 1189 H bersamaan 23 Januari 1776 M. hari Rabu pagi dalam usia 57 tahun, setelah jatuh sakit selama 17 hari. Dimakamkan di Baqi berdekatan dengan kuburan para isteri Rasulullah SAW.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Perjalanan Menuntut Ilmu
Sejak kecil ia telah memperlihatkan tanda-tanda keistimewaan dan keganjilan dibandingkan teman-temannya. Ia memiliki akhlak yang mulia, gemar beribadah, menyayangi fakir miskin, sangat menghormati dan berbuat baik kepada orang tuanya, menyukai orang alim dan shalih, senantiasa menjauhi perbuatan tercela dan lain sebagainya. Usia 8 tahun Syekh Muhammad Samman telah hafal kitab suci Al-Quran.
Pendidikan awalnya didapat dari ayahnya sendiri, Syekh Abdul Karim. Menginjak remaja, ia belajar berbagai bidang ilmu agama kepada ulama Madinah seperti: Syekh Muhammad bin Sulaiman Al-Kurdi, Syekh Sayid Athiyatullah, Syekh Muhammad Tahir, dll. Namun yang lebih mengesankan baginya adalah dibidang Tauhid dan Tasawuf. Dibidang ini ia belajar dengan Syekh Mustafa bin Kamaluddin Al-Bakri, mengambil dan mendapat ijazah Tarekat Khalwatiyah. Selain itu, ia juga pernah belajar empat tarekat lain yakni: Qadiriyah, Naqsyabandiyah, Syathariyah dan Syaziliyah.
Adapun dalam bidang-bidang ilmu yang beliau pelajari seperti bidang hukum Islam, Syekh Samman berguru kepada Muhammad al-Daqqaq, Sayyid ‘Ali al-‘Aththar, ‘Ali al-Kurdi, ‘Abd al-Wahhab at-Thanthawi dan Said Hilal al-Makki. Kemudian untuk di bidang ilmu hadis, beliau berguru pada Muhammad Hayyat (seorang pengikut tarekat Naqsyabandiyah). Lalu pada bidang tasawuf dan ketauhidan guru beliau ialah Musthafa bin Kamal ad-Din al-Bakri yang berasal dari Damaskus dan menetap di Madinah. Ada juga guru beliau yang merupakan pengikut tarekat Khalwatiyah yaitu Muhammad bin Salim al-Hifnawi dan Muhammad al-Kurdi.
2.2 Guru-guru
Guru-guru Syekh Muhammad Samman Al-Madani:
- Syekh Abdul Karim (Ayah)
- Syekh Muhammad bin Sulaiman Al-Kurdi,
- Syekh Sayid Athiyatullah,
- Syekh Muhammad Tahir,
- Syekh Mustafa bin Kamaluddin Al-Bakri,
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

