Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Abuya Ahmad Widara Cidodol
✓ Terverifikasi Tim Riset

Abuya Ahmad Widara Cidodol

1925 – 2005 M · 5.185 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Abuya Ahmad Widara Cidodol beliau adalah ulama kharismatik dari Lebak Banten, pendiri pesantren Riyadhul Mubarakah

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Murid-Murid

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Mendirikan Pesantren

5.    Chart Geneology
5.1  Chart Geneology Guru
5.2  Chart Geneologi Murid

6.   Referensi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

Abuya Ahmad Widara lahir pada tanggal 1 Januari 1925 M/6 Jumadil Akhir 1343 H di Kampung Cidodol (Desa Harumsari), Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten. Ayah beliau bernama KH. Musa Mulafar, merupakan seorang tokoh agama setempat, pendiri Madrasah Al-Hidayah Cidodol. Sedangkan ibu beliau bernama Nyai Hj. Lamah, merupakan putri seorang saudagar lokal.

Abuya Ahmad lahir sebagai anak bungsu dari empat bersaudara dengan nama Ahmad Widara. Ketiga kakak beliau adalah Nyai Hj. Suha, Abah KH. Muhammad, dan Abah KH. Ardiwan.

1.2 Riwayat Keluarga
Saat berusia 22 tahun Abuya Ahmad menikah dengan Nyai Hj. Upi, putri H. Sardafi bin H. Qomali. Abuya Ahmad mempunyai 14 anak, namun hanya 8 anak beliau yang tumbuh sampai dewasa dan berkeluarga, tiga laki-laki dan lima perempuan. Sedangkan anak lainnya wafat ketika masih belia.

1.3 Wafat
Abuya Ahmad wafat pada tanggal 14 Ramadhan 1426 H atau 18 Oktober 2005 M, masyarakat, santri, alumni, dan para muhibbin berdatangan dari berbagai penjuru daerah untuk menyalatkan dan mengantarkan jenazah sang Abuya. Abuya Ahmad kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Cieucit, Cidodol. Haul beliau selalu diperingati tanggal 20 Sya'ban setiap tahunnya, dan dihadiri oleh para santri, alumni, muhibbin, dan masyarakat sekitar.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan

Pendidikan awal keagamaan Abuya Ahmad didapat dari ayah beliau yang juga merupakan seorang ulama. Setelah cukup mengerti ilmu agama dasar, pada usia 12 tahun, beliau kemudian diberangkatkan oleh ayah beliau ke Pondok Pesantren Bondong, Cipanas, pimpinan Abuya KH. Ali Rahman. Setelah cukup lama di Bondong, pada usia 15 tahun, beliau kemudian dijemput oleh saudara beliau karena ayah beliau wafat.

Hasrat untuk mencari ilmu tidak luntur dari diri Abuya Ahmad setelah wafat ayah beliau. Kemudian diberangkatkan oleh ibu beliau ke Pondok Pesantren Sampora, Kecamatan Maja, Lebak, pimpinan Abuya KH. Rasyidi. Di Sampora, Abuya Ahmad bermukim cukup lama. Kepada anak beliau pernah bercerita bahwa kebanyakan ilmu beliau di dapat dari sana. Selain kepada Abuya Rasyidi, di Kecamatan Maja, Abuya Ahmad juga menimba ilmu kepada Abuya KH. Zuhri Cibeureum dan Abuya KH. Umar Sa’id Calingcing.

Setelah menikah, jiwa kesantrian Abuya Ahmad tidak hilang. Bersama istri beliau kemudian melanjutkan perjalanan keilmuan ke Pondok Pesantren Cuping, pimpinan Abuya KH. Abdulhaq bin Abuya KH. Abuhasan. Setelah dari Cuping, beliau kemudian menyantri ke luar daerah, tepatnya ke Pondok Pesantren Riyadhul Aliyah Cisem

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+