KH. Muhammad bin Sulaiman lahir di Solo pada hari Ahad Wage tanggal 14 Syawal 1329 H. Sebelum menikah beliau lebih dikenal dengan Muhammad Tholhah.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
2.3 Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
3. Penerus
3.1 Anak-Anak
3.2 Murid-Murid
4. Riwayat Organisasi, Karier dan Karya
4.1 Riwayat Organisasi
4.2 Karier
4.3 Karya
6 . Chart Silsilah Sanad
7. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Muhammad bin Sulaiman lahir di Solo pada hari Ahad Wage tanggal 14 Syawal 1329 H. Sebelum menikah beliau lebih dikenal dengan Muhammad Tholhah.
1.2 Riwayat Keluarga
Pada usia 28 tahun KH. Muhammad menikah dengan Hj. Saudah, putri KH. Ahmad Shafawi (pendiri Pondok Pesantren Al-Muayyad Solo) dari istri yang pertama. Beliau dikaruniai 7 orang anak, 1 orang laki-laki dan 6 perempuan, yaitu Habibullah, Nuriyah, Fatimah, Aisyah, Siti Sarah, Tasnim dan Mustamirah.
1.3 Wafat
Tutup usia pada Sabtu Pon 28 Safar 1412 H atau bertepatan dengan 7 September 1991 pukul 13.30 WIB di Rumah Sakit Kasih Ibu. Jenazahnya dikebumikan keesokan harinya, di Makam Pulo Laweyan, berdekatan dengan makam KH. Ahmad Shofawi.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Sejak kecil KH. Muhammad Tholhah sudah mengaji Al-Qur’an di bawah bimbingan ayahandanya. Ketika berusia 8 tahun, Kyai Tholhah masuk ke Madrasah Islamiyyah di Solo selama 5 tahun. Di antara guru-gurunya semasa MI adalah Sayyid Ahmad bin Abdullah Assegaf (kepala sekolah MI), Syekh Abdul Aziz Al-Syimi Al-Mishry, Syekh Ali Thayyib Al-Madani, Sayyid Abdullah Alatas, serta beberapa guru dari Solo yang lain.
Ketika berusia 16 tahun, Kyai Thalhah berangkat ke Tanah Suci bersama ayahnya untuk menunaikan ibadah haji pada tahun 1345 H. Setelah bermukim di Makkah selama 2 tahun, ia berhasil menghafal Al-Qur’an dengan ayahnya sampai akhir Surat An-Nisa’. Setahun setelah kepulangannya dari Makkah, ia diperintahkan ayahnya untuk pergi ke Termas, menimba ilmu kepada Syekh Dimyathi bin Abdullah (saudara Syekh Mahfudz bin Abdullah Termas).
Kitab-kitab yang dikaji selama di Tremas di antaranya Syarh Abi Syuja’ li Ibni Qasim, Manhaj Al-Qawim, Fath Al-Wahhab Li Syaikh Al-Islam, Syarh Manhaj Al-Thalibin lil Jalal Al-Mahalli, Al-Shahihain, Tafsir Al-Jalalain, Alfiyah li Ibni Malik, Alfiyah Al-Suyuthi fi Musthalah Al-Hadis, dan lain-lain. Di samping mempelajari berbagai kitab di atas, ia juga diperintahkan oleh gurunya untuk menyelesaikan hafalan Al-Qur’annya, dan pada tahun 1348 H ia berhasil mengkhatamkannya. Ia mendapatkan ijazah tahfidz dari gurunya (Syekh Dimyathi bin Abdullah) serta saudaranya (Syekh Mahfudz bin Abdullah). Tempo waktu yang ia lalui di Tremas hingga
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

