KH. Zainal Ilmi lahir pada malam Sabtu jam 4.30 subuh tanggal 7 Rabiul Awwal 1304 H di desa Dalam Pagar Martapura ayahnya adalah Haji Abdus Shamad bin KH.muhammad Said Wali putra Aminah Binti KH.Syahabuddin bin Syeikh Muhammad Arsyad Al-Banjari,ibunya bernama Hj.Qamariyyah
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar isi Biografi KH. Zainal Ilmi Al-Banjari
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Perjalanan Menuntut Ilmu
2.2 Guru
3. Karier
3.1 Karier Beliau
4. Karomah
5. Referensi
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
KH. Zainal Ilmi lahir pada malam Sabtu jam 4.30 subuh tanggal 7 Rabiul Awwal 1304 H di desa Dalam Pagar Martapura ayahnya adalah Haji Abdus Shamad bin KH.muhammad Said Wali putra Aminah Binti KH.Syahabuddin bin Syeikh Muhammad Arsyad Al-Banjari,ibunya bernama Hj.Qamariyyah.
1.2 Wafat
KH. Zainal Ilmi wafat pada hari Jum’at di Karang Intan tanggal 13 Dzulqaidah 1375 H bertepatan dengan tanggal 21 Juni 1956 M jam 12.00.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Perjalanan Menuntut Ilmu
Saat masih dalam usia anak-anak beliau belajar dari keluarganya dan selalu mengisi waktunya dengan belajar dan beribadah. Selain itu beliau juga berguru dengan para ulama-ulama terkemuka di daerahnya.
2.2 Guru
Di antara guru-guru KH. Zainal Ilmi adalah:
- KH.Abdus Shamad (Ayah)
- KH.Muhammad Amin bin Qadhi H.Mahmud Pesayangan Martapura
- Syeikh Abdurrahman Muda
- KH.Abbas bin mufti H.Abdul Jalil
- KH.Abdullah (led rad agama) bin KH.Muhammad Shaleh
- KH.Muhammad Ali bin Abdullah al-Banjari
- KH.Khalid Dalam Pagar Martapura
- KH.Ahmad Nawawi Dalam Pagar Martapura
- KH.Ismail Dalam Pagar Martapura ayah dari KH.Abd.Rahman Ismail mantan kepala DEPAG Kab.Banjar
- KH.Ahmad Wali Kuin Banjarmasin (murid Haji Masaid Wali kakek dari KH.Zainal Ilmi
3. Karier
3.1 Karier Beliau
Beliau pernah diangkat sebagai penasehat badan pemulihan keamanan daerah kabupaten banjar sekitar tahun 1956 ketika terjadi pemberontakan Ibnu Hajar. Setiap jum'at beliau memberikan penerangan kepada masyarakat yang terpengaruh dengan adanya pemberontakan ini.
4. Karomah
Suatu saat beliau sedang mengajar dirumahnya,pada waktu itu banyak muridnya yang hadir,tiba tiba beliau mengatakan "kita berhenti sebentar" dan murid-muridnya menyaksikan sang guru dalam kemasygulan, kemudian ia masuk kedalam kamarnya dan melepaskan pakaiannya, lalu beliau mengambil dua buah timba untuk diisi air disungai di depan rumahnya. Air tersebut kemudian dibawanya kejalan raya dan terus disiramkan beliau satu timba kesebelah kanan satu timbanya lagi kesebelah kiri. Selesai melakukan hal tersebut beliau kemudian masuk lagi kedalam rumah dan bertemu dengan ibundanya
Ibundanya pun lantas berkata "mengapa kamu siramkan air itu kejalanan, sedangkan kamu susah susa
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

