Tsauban Maula Rasulullah merupakan sahabat nabi yang dimerdekakan dari budak, lalu menjadi pelayan Nabi Muhammad SAW.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar isi
1. Riwayat Hidup
1.1 Latar Belakang
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
3. Kisah-kisah
3.1 Cinta Rasulullah hingga Akhirat
3.2 Menyesal saat Sakaratul Maut
4 Chart Silsilah
4.1 Chart Silsilah Sanad
1. Riwayat Hidup
1.1 Latar Belakang
Tsauban adalah salah satu budak Rasulullah. Tsauban adalah seorang penduduk Yaman yang menjadi tawanan ketika terjadi perang di zaman Jahiliyah. Rasulullah membeli beliau dan kemudian membebaskan. Tsauban tidak mau kembali ke Yaman, beliau memilih untuk tinggal dan melayani Rasulullah. Iya, Rasulullah memang memiliki banyak budak, tapi di kemudian hari semuanya dibebaskan.
1. 2 Riwayat Keluarga
Beliau menikahi seorang wanita dikaruniai beberapa anak.
1.3 Wafat
Tsauban wafat di rumah beliau
2. Memeluk Islam
Tsauban memeluk islam, menjadi pelayan Nabi Muhammad dan beliau adalah salah satu sahabat yang mengetahui tentang kegiatan, perilaku Rasulullah yang dimasukkan dalam hadis.
3 Kisah-kisah
3.1 Cinta Rasulullah Hingga Akhirat
Suatu hari Rasulullah melihat Tsauban dengan muka bersedih. Dari raut mukanya terlihat menyimpan gurat kesedihan.
"Kenapa wajahmu masam begitu, Tsauban?". Tanya Rasulullah. "Tidak apa-apa, Rasulullah". Jawabnya. "Aku tidak sakit. Hanya, kalau tidak melihatmu, aku kesepian. Kemudian, kalau teringat akhirat, aku takut tak dapat melihatmu lagi. Sebab, kau diangkat ke surga tertinggi bersama para nabi. Lalu, mana tempatku dibanding tempatmu? Mana peringkatku dibanding peringkatmu? Dan, jika aku tidak masuk surga, niscaya aku tak dapat melihatmu lagi selamanya".
Rasulullah terharu dengan jawaban Tsauban tersebut. beliau juga menjadi kasihan dengan pelayannya itu. Namun tak lama setelah itu turun wahyu kepada Rasulullah, yaitu Al-Qur’an Surat (QS) Al-An’am ayat 69. Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa siapapun yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan bersama-sama dengan orang yang dianugerahi Allah, yaitu para nabi, para shiddiqin, para syuhada’ dan para orang shaleh.
Ayat tersebut seolah menjawab kesedihan Tsauban yang takut tidak bisa bertemu dengan Rasulullah, orang yang sangat dicintainya, di akhirat kelak.
3.2 Menyesal Saat Sakaratul Maut
Tsauban ra memiliki kebiasaan unik. Beliaua datang ke masjid sebelum waktu shalat berjamaah. Beliau sela
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

