Abu Bakar ash-Shiddiq adalah sahabat Nabi Muhammad saw. yang pertama memeluk Islam, beliau juga merupakan khalifah pertama yang menggantikan kepemimpinan Rasul saw. setelah beliau wafat
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Biografi Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq r.a.
- Kelahiran
- Wafat
- Gelar
- Ciri Fisik dan Karakter Akhlaq
- Keluarga
- Ketika Cahaya Islam Datang
- Chart Silsilah Sanad
Kelahiran
Nama Abu Bakar ash-Shiddiq sebenarnya adalah Absul bin Ustman bin Amir bin Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Luai bin Ghalib bin Fihr al-Qurasy at-Taimi. Bertemu nasabnya dengan Nabi saw. pada kakeknya, Murrah bin Ka’ab bin Luai. Beliau Lahir di Makkah tahun 13 sebelum Hijriyyah. Dan ibunya adalah Ummu al-Khair, Salma binti Shakhr bin Amir bin Ka’ab bin bin Sa’ad bin Taim. Berarti ayah dan ibunya berasal dari kabilah bani Taim. Ayahnya diberi kunyah Abu Quhafah. Dan pada masa jahiliah Abu Bakar ash-Shiddiq digelari Atiq.
Imam ath-Thabari menyebutkan dari jalur Ibnu Lahi’ah bahwa anak-anak dari Abu Quhafah ada tiga orang, yaitu Atiq (Abu Bakar), kedua, Mu’taq, dan Utaiq. Sebelum memeluk Islam, Abu Bakar as-Siddiq bernama Abdul Ka’bah. Oleh Rasulullah saw. namanya diganti menjadi Abdullah bin Abi Quhafah at-Tamimi. Beliau lahir dua tahun setelah kelahiran Nabi Muhammad saw. Abu Bakar dikenal sebagai orang yang kaya raya, dan sebelum masuk Islam beliau adalah orang yang mengharamkan dirinya untuk minum Khamr (minuman keras).
Baca juga: Hikayat tentang Mimpi Sahabat Abu Bakar ash-Shiddiq r.a.
Wafat
Abu Bakar mendahulukan Islam diatas segalanya, dia masuk Islam dengan cara yang paling sempurna, ilmunya terus meningkat naik, kebaikan-kebaikan terus naik, kebiakan-kebaikannya terus bertambah hingga beliau wafat. Abu bakar menjadi Khalifah selama 2 tahun 3 bulan terhitung sejak tanggal 12 Rabiul Awwal tahun 11 H atau tanggal 8 juni 632 M.
Abu bakar mulai sakit pada saat dimana hari yang sangat dingin namun ia mandi, lalu selama lima belas hari ia merasa demam, tidak keluar rumah untuk melaksankan shalat, ia meminta Umar bin Khattab r.a. mengimami shalat. Tetapi selama dua minggu dalam keadaan sakit sampai wafatnya itu pikiran Abu Bakar selalu tertumpu pada nasib kaum Muslimin, selama membuat perhitungan dengan dirinya, apa yang telah dilakukannya sejak ia memegang pimpinan umat. Sejak sakitnya itu kuat sekali perasaannya bahwa ajal sudah semakin dekat.
Saat kematian Abu Bakar r.a. sudah dekat, saat ajal yang ditetapkan sudah tiba, dia memanggil putrinya Aisyah r.a. untuk memberinya wasiat, Abu Bakar r.a. berkata, “Putriku, sesungguhnya kami diberi tugas mengurusi perkara kaum muslimin, namun kami tidak mengambil satu dinar atau satu dirham pun, tetapi kita memakan makanan mereka yang keras diperut kita, memakai pakaian mereka yang kasar di tubuh kita, tak tersisa sedikit pun dari harta fai’ kaum muslimin pada kita selain seorang hamba sahaya Habasyah, unta penyiram tanaman, dan sepotong kain, bila aku mati, maka serahkan semua itu kepada Umar.” Lihatlah unta penghasil susu yang susunya kita minum, wadah yang kita gunakan untuk mencelup makanan kedalamnya dan sepotong kain yang kita pakai, kita mengunakannya saat kita memegang urusan kaum Muslimin, maka bila aku mati, serahkanlah semua itu kepada
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

