Sebenarnya inti ajaran Syekh Siti Jenar sama dgn ajaran sufi ‘Abdul Qadir al-Jilani (w.1165), Ibnu ‘Arabi (560/1165-638-1240), Ma’ruf al-Karkhi, dan al-Jili. Hanya saja ketiga tokoh tsb mengalami nasib yg baik dalam artian, ajarannya tidak dipolitisasi,
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Nasab Syaikh Siti Jenar
1.4 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Syekh Siti Jenar
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-guru Beliau
3 Penerus Beliau
3.1 Murid-murid Beliau
4 Metode Dakwah Beliau
5 Kesaktian Syekh Siti Jenar
5.1 Sepi Angin
5.2 Ajian Bolosewu
5.3 Ilmu Rogo Sukmo
5.4 Ilmu Rajek Wesi
5.5 Ilmu Grojog Sewu
5.6 Ilmu Sirep
6 Ajaran Syekh Siti Jenar
7 Referensi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Syekh Siti Jenar lahir sekitar tahun 829 H/1348 C/1426 M. dilingkungan Pakuwuan Caruban, pusat kota kota Caruban waktu itu, yg lebih dikenal sebagai Astana japura, sebelah tenggara Cirebon. Suatu lingkungan yg multi-etnis, multi-bahasa dan sebagai titik temu kebudayaan serta peradaban berbagai suku. Nama asli Syekh Siti Jenar adalah Sayyid Hasan ’Ali Al-Husaini.
Pada akhir tahun 1425, Syekh Datuk Shaleh beserta istrinya sampai di Cirebon dan saat itu, Syekh Siti Jenar masih berada dalam kandungan ibunya 3 bulan. Di Tanah Caruban ini, sambil berdagang Syekh Datuk Shaleh memperkuat penyebaran Islam yg sudah beberapa lama tersiar di seantero bumi Caruban, bersama- sama dgn ulama kenamaan Syekh Datuk Kahfi, putra Syehk Datuk Ahmad. Namun, baru dua bulan di Caruban, pada tahun awal tahun 1426, Syekh Datuk Shaleh wafat. Setelah kelahiran San Ali ketika menginjakb usia 3 bulan Ibundanya juga meninggal dunia. Lantaran peristiwa menyedihkan itulah San Ali atau Syekh Siti Jenar kecil diasuh oleh Ki Danu Sela serta penasihatnya, Ki Samadullah atau Pangeran Walangsungsang yg sedang nyantri di Cirebon, dibawah asuhan Syekh Datuk Kahfi.
Syaikh Siti Jenar memiliki banyak nama :
- San Ali (nama kecil pemberian orangtua angkatnya)
- Syaikh Abdul Jalil (nama yg diperoleh di Malaka, setelah menjadi ulama)
- Syaikh Jabaranta (nama yg dikenal di Palembang, Sumatera dan daratan Malaka)
- Prabu Satmata (Gusti yg nampak oleh mata; juga nama yg diperkenalkan kepada murid dan pada murid dan pengikutnya)
- Syaikh Lemah Abang atau Lemah Bang (gelar yg diberikan masyarakat Lemah Abang)
- Syaikh Lemah Uler
- Pangran Panjunan
- Sunan Sasmita (nama dalam Babad Cirebon, S.Z. Hadis
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

