Abdullah bin Riab bin Yakmur adalah seorang sahabat asal dari suku Bani Asad, saudara kandung Zainab binti Jahsy, ummul mukminin. Ipar Nabi Muhammad Rasulullah Shalalahu ‘alaihi Wassalam.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar isi Biografi Sahabat Abdullah bin Jahsy
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Kisah-kisah
2.1 Masa Pertumbuhan dan Memeluk Islam
2.2 Hijrah ke Habasyah
2.3 Menjadi Orang Pertama yang dipanggil Amirul Mukminin
2.4 Tugas Pertama
2.5 Gugur dalam Perang Uhud
3. Referensi
Abdullah bin Riab bin Yakmur adalah seorang sahabat asal dari suku Bani Asad, saudara kandung Zainab binti Jahsy, ummul mukminin. Ipar Nabi Muhammad Rasulullah Shalalahu ‘alaihi Wassalam.
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
Abdullah bin Jahsy lahir di Mekkah dekat dengan Baitullah Al Haram.
1.2 Wafat
Abdullah bin Jahsy wafat pada tahun 3 hijriyah atau sekitar 625 Masehi.
2. Kisah-kisah
2.1 Masa Pertumbuhan dan Memeluk Islam
Abdullah bin Jahsy memeluk islam sebelum Rasulullah SAW menjadikan rumah Al-Arqam sebagai pusat dakwah. Karena itu beliau termasuk sahabat yang pertama masuk islam (Assabiqunal Awwalun).
Abdullah bin Jahsy sesudah dewasa ia baru mengetahui jalan ke Ka’bah. Ia berdiri lama di depan Ka’bah, mengamati jamaah haji yang datang berbondong-bondong dari seluruh pelosok dunia.
Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri isak tangis mereka, air mata sedih dan keharuan mereka, dan keluh kesah serta doa mereka di depan Ka’bah yang megah itu.
Berapa kali telinganya mendengarkan rintihan dan bisikan mereka dengan berbagai bahasa yang tidak dipahami maksud dan tujuannya. Pada saat itu, ia merebahkan dirinya di pangkuan ibunya menanyakan dengan penuh harap apa-apa yang dilihatnya.
Ibunya menjawabnya dengan penuh rasa kasih sayang sambil mengusap-usap kepalanya dan pundaknya hingga ia tertidur. Putranya itu lalu diselimuti dan didoakannya supaya Tuhan Ka’bah itu melindungi dan memeliharanya.
Pada suatu hari, ia datang kepada ibunya sambil menangis sedih. Ia menceritakan bahwa sekelompok orang telah meruntuhkan bangunan Ka’bah itu.
Ibunya menenangkan hatinya, menceritakan kepadanya bahwa mereka sedang memugar bangunan itu supaya emas perak dan permata mutumanikam yang ada di dalamnya tidak dicuri orang akibat kerusakan yang ditimbulkan banjir.
Pada waktu itu, Abdullah melihat bagaimana persaingan keras antara para kabilah Arab yang berebutan ingin meletakkan Hajar Aswad di tempatnya, hingga hampir terjadi pertengkaran dan peperangan antara mereka.
Untunglah, akhirnya, mereka menerima gagasan sesepuh mereka untuk menyerahkan hal itu kepada orang yang pertama kali masuk ke Baitullah esok paginya, untuk menetapkan kabilah mana yang mendapat kehormatan meletakkannya.
Ternyata, orang yang masuk pertama itu Muhammad al-Amin, yang kemudian ia menggelarkan mantelnya dan meletakkan Hajar Aswad itu di tengahnya, lalu ia perintahkan kepada semua wakil kabilah yang hadir untuk memegang ujung mantel itu dan mengangkatnya ke dek
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

