Hamnah binti Jahsy adalah wanita muslim yang masih memiliki hubungan dengan Rasulullah SAW. Beliau dikenal karena menjadi salah satu perempuan yang ikut dalam Uhud bersama suaminya Mushab bin Umair.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Biografi Hamnah binti Jahsyi
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
1.2 Nasab
1.3 Keluarga
1.4 Wafat
2. Kisah-kisah
2.1 Memeluk Islam dan Pernikahannya
2.2 Kehilangan Keluarga Bertubi-tubi
2.3 Pernikahannya yang Kedua
2.4 Tersandung Kasus Fitnah Kepada Aisyah
2.5 Meminta Fatwa Tentang Istihadhah kepada Rasulullah SAW
4. Referensi
Hamnah binti Jahsy adalah wanita muslim yang masih memiliki hubungan dengan Rasulullah SAW. Beliau dikenal karena menjadi salah satu perempuan yang ikut dalam Uhud bersama suaminya Mushab bin Umair.
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
Tidak diketahui secara pasti tanggal, bulan, dan tahun kelahirannya Hamnah binti Jahsy karena minimnya sumber informasi.
1.2 Nasab
- Hamnah binti
- Jahsy bin
- Ri’ab bin
- Ya’mur bin
- Shabrah bin
- Murrah bin
- Kabir bin
- Ghanm bin
- Dudan bin
- Asad Al-Asadiyah dari Bani Asad bin
- Khuzaimah
1.3 Keluarga
Hamnah binti Jahsy bersaudara dengan istri Rasulullah SAW, Zainab binti Jahsy radhiyallahu anha dan Ummu Habibah radhiyallahu anha, istri Abdurrahman bin Auf radhiyallahu anhu, serta Abdullah bin Jahsy radhiyallahu anhu yang gugur di perang Uhud. Ibunya adalah bibi Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, Umaimah binti Abdil Muththalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay.
1.4 Wafat
Tidak diketahui tahun wafatnya Hamnah binti Jahsy karena minimnya sumber informasi.
2. Kisah-kisah
2.1 Memeluk Islam dan Pernikahannya
Hamnah binti Jahsy merupakan salah satu di antara wanita-wanita yang berbaiat kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Hamnah radhiyallahu anha kemudian dipersunting oleh seorang pemuda yang mulia, Mush’ab bin Umair radhiyallahu anhu bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Abdid Dar. Mereka dikaruniai seorang putri.
2.2 Kehilangan Keluarga Bertubi-tubi
Pada tahun ketiga Hijriyah yang bertepatan pada bulan Syawwal, tiba saat kaum muslimin kembali berhadapan dengan pasukan musyrikin di medan Uhud setelah memperoleh kemenangan di perang Badr. Mush’ab bin Umair radhiyallahu anhu suami Hamnah adalah pemegang bendera Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dalam peperangan ini. Hamnah turut terjun dalam kecamuk perang untuk memberi minum pasukan, mengusung orang-orang yang terluka dan mengobatinya.
Peperangan berlangsung dahsyat. Dengan hikmah dari sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, pasukan muslimin saat itu mengalami kekalahan. Banyak shahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang gugur dalam pertempuran itu.
Usai peperangan, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersama pasukan kembali ke Madinah. Para wanita menanti-nanti dengan penuh harap dan tanya, bagaimana keadaan ayah, suami, anak atau kerabat mereka yang turut berperang. Tak ada yang mendapatkan berita hingga mereka datang di hadapan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Kepada beliau setiap wanita itu bertanya dan beliau mengabarkan keadaannya.
Begitu pula Hamnah, beliau pun menghadap kepada Rasulullah Shallallah
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

