Asma binti Yazid Al-Anshariyah adalah seorang ahli hadis yang mulia, seorang mujahidah yang agung, memiliki kecerdasan, dan ahli argumen, sehingga beliau dijuluki sebagai “juru bicara wanita”.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar isi Biografi Asma binti Yazid Al-Anshariyah
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
1. Wafat
2. Kisah-kisah
2.1 Memeluk Islam
2.2 Juru Bicara Para Muslimah
3. Keistimewaan
4. Chart Silsilah
4.1 Chart Silsilah Sanad
5. Referensi
Asma binti Yazid Al-Anshariyah adalah seorang ahli hadis yang mulia, seorang mujahidah yang agung, memiliki kecerdasan, dan ahli argumen, sehingga beliau dijuluki sebagai “juru bicara wanita”.
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
Asma merupakan putrid dari Yazid bin Sakan bin Rafi’ bin Imri’il Qais bin Abdul Asyhal bin Haris Al-Anshariyah. Kelahiran beliau tidak diketahui secara pasti karena minimnya sumber informasi.
1.2 Wafat
Asma binti Yazid Al-Anshariyah wafat pada akhir tahun 30 hijriyah.
2. Kisah-kisah
2.1 Memeluk Islam
Asma RA mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam pada tahun pertama hijrah dan beliau berba’iat kepadanya dengan ba’iat Islam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam memba’iat para wanita dengan ayat dalam surat Al-Mumtahanah, “Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan menyekutukan sesuatu pun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Mumtahanah: 12).
Bai’at Asma binti Yazid RA adalah jujur dan ikhlas, sebagaimana yang disebutkan riwayatnya dalam kitab-kitab sirah bahwa Asma’ mengenakan dua gelang emas yang besar, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Tanggalkanlah kedua gelangmu wahai Asma’, tidakkah kamu takut jika Allah mengenakan gelang kepadamu dengan gelang dari neraka?”
Maka, segeralah beliau tanpa ragu-ragu dan tanpa argumentasi untuk mengikuti perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam, maka beliau melepaskannya dan meletakkan di depa
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

