Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Tubagus Ahmad Hasuri Thohir (Buya Kaloran), Pendiri Pesantren At-Thahiriyah, Kota Serang
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Tubagus Ahmad Hasuri Thohir (Buya Kaloran), Pendiri Pesantren At-Thahiriyah, Kota Serang

1930 – 2018 M · 7.627 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Syekh Ahmad Hashuri bin Thahir Al-Kalurani Al Bantani (Buya Kaloran) beliau adalah ulama kharimatik dari Kaloran, Banten, beliau juga adalah pendiri pesantren At-thohiriyah di Kaloran

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Riwayat Keluarga
1.3       Wafat

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Mengembara Menuntut Ilmu
2.2       Guru-guru Beliau
2.3       Mendirikan dan Mengasuh Pesantren

3          Penerus Beliau
3.1       Anak-anak Beliau
3.2       Murid-murid Beliau

4         Karier 
4.1      Karier Beliau

5         Silsilah Nasab 
5.1      Silsilah Guru Beliau

6         Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir
Nama lengkap beliau adalah Tubagus Ahmad Hashuri bin Tb.Ahmad Thohir bin Tb. Ali bin Tb Soleh bin Tb. Hafidz bin Pangeran Qodli bin Sulthan Zaenal Asyiqin bin Sulthan Abu Maali Ahmad bin Sulthan Maulana Muhammad Nashruddin bin Maulana Yusuf bin Sulthan Maulana Hasanuddin.
Lahir dari seorang wanita solihah bernama Hj. Hafsah binti Hasan pada tanggal 30 desember tahun 1930 di Kaloran kidul serang Banten.

1.2      Riwayat Keluarga
Beliau dinikahkan dengan putri Syekh tohir pelamunan yang bernama Hj. Nadrah. Ketika beliau menetap dua tahun di Makkah isteri Syekh Hashuri menyusul ke Makkah di antar oleh kakaknya Syekh Zeni bin Tohir yang di kenal dengan Kiayi inting. Di Makkah lahirlah putranya yang pertama yang bernama tubagus Nuruddin (kelak mengasuh pesantren di pelamunan).

Ulama yang pandai berbahasa inggris, Jerman dan arab ini selain menikah dengan hj. Nadrah beliau juga menikah dengan Hj. Mahfudhoh dari Menes dan di karuniai 9 anak.

1.3  Wafat
Beliau wafat pada usia 87 tahun, Hari Selasa, 29 Mei 2018, bertepatan dengan 13 Ramadhan 1439 H pada pukul 04.00, setelah santap sahur, meninggalkan seorang istri, 11 anak dan puluhan cucu serta cicit.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau

2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
Mengaji pertama kali ilmu alqur’an dan qiroat kepada syaikhul Qurro Al-Alim Al-Qaari Syekh Soleh ma’mun Al-lantary Al-Bantani di Lontar. Kemudian pada umur limabelas tahun tepatnya tahun 1945 dikirim oleh ayahandanya ke Pesantren Pelamunan asuhan Alimu zamanihi Al-Syekh Tohir al-Falamuni al-Bantani. Kelak Syekh Tohir al-falamuni al-Bantani mengangkat Ahmad Hashuri menjadi menantunya.

Ketika mesantren di Pelamunan satu kurun dengan KH. Abdul Muin lontar, KH. Abdul Aziz kelapa dua dan Syekh suhaimi As-Sasaki al-Bantani kronjo.
Setelah tiga tahun mesantren di pelamunan, pengelanaan Syekh Ahmad hashuri diteruskan ke Pesantren Kadupesing Pandeglang asuhan Syekh Tb. Abdul Halim dan Syekh Ace Syadzeli yang merupakan kemenakan Syekh Abdul Halim sendiri.

Syekh Abdul Halim pernah di amanatkan oleh KH. Tb. Ahmad Khotib (residen Banten pasca kemerdekaan) sebagai Bupati pandeglang. Syekh Abdul Halim bagi Syekh Ahmad Hasuri

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+