KH. Imaduddin Utsman Al Bantani adalah pengasuh dan pendiri Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum yang beralamatkan bertempat di Kampung Cempaka, Desa Kresek, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
2.3 Mendirikan Pondok Pesantren
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Karier Beliau
3.2 Karya-karya Beliau
4. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Beliau mempunyai nama lengkap KH. Imaduddin Utsman Al-Bantani yang lahir di Cempaka-Kresek, Kabupaten Tangerang, pada Ahad, 15 Agustus 1976 (19 Sya’ban 1396).
1.2 Riwayat Keluarga
Beliau menikah dengan seorang wanita sholehah dan dikaruniai beberapa anak.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Dikisahkan KH. Imaduddin Utsman Al-Bantani dibesarkan di lingkungan Pesantren, di Desa Kresek, Tangerang Banten. Di belakang rumahnya, ada sebuah pesantren tua yang didirikan oleh Kyai Ahsan Cempaka, masih kerabat dari ibundanya. KH Imaduddin Utsman kecil mendapat bimbingan dari dua orang pamannya yang merupakan ulama lulusan Tebuireng Jombang yaitu, KH. Mahfudz bin Muhammad dan KH. Syarif Jauhari bin Naib.
Ada pula tokoh ulama KH. Zainuddin bin Mustofa dan KH. Mahfudz bin Syatibi, KH. Muhammad Syafi’i bin KH. Busyro, dan Syaikh Astari bin Maulana Ishaq asal Cakung tercatat mewarnai perjalanan Imaduddin Utsman Al-Bantani dalam menimba keilmuan agama Islam.
Pada umur 7 tahun. KH. Imaduddin Utsman Al-Bantani dititipkan di Madrasah Diniyah Al-Hikmah di bawah asuhan KH. Rashihun Fil Ilmi, ulama lulusan Tebuireng di Pendawa untuk mengaji dasar-dasar ilmu agama seperti Membaca Al-Qur’an, Ilmu Khat, Imla, Insya, Ilmu Nahwu, Kitab Al-Jurumiyah dsb. Ketika beliau memasuki usia ke 15 tahun ia memulai pengembaraan ilmiah ke berbagai pondok pesantren.
Dalam pendidikan formal KH. Imaduddin Utsman Al-Bantani menempuh pendidikan:
- Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kresek III
- Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Kresek Kabupaten Tangerang
- Madrasah Aliyah (MA) Ashhabul Maimanah di Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang.
- Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten di Serang (sekarang menjadi UIN SMH Banten, dengan gelar Sarjana Agama)
- Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ), Jakarta dan memperoleh gelar Magister Agama.
Ada pula tokoh ulama KH. Zainuddin bin Mustofa dan KH. Mahfudz bin Syatibi, KH. Muhammad Syafi’i bin KH. Busyro, dan Syekh Astari bin Maulana Ishaq asal Cakung tercatat mewarnai perjalanan Imaduddin Utsman Al-Bantani dalam menimba keilmuan agama Islam.
Pada umur 7 tahun. Kyai Imad dititipkan di Madrasah Diniyah Al-Hikmah di bawah asuhan KH. Rashihun Fil Ilmi, ulama lulusan Tebuireng di Pendawa untuk mengaji dasar-dasar ilmu agama seperti Membaca Al-Qur’an, ilmu Khat, Imla, insya, ilmu Nahwu, Kitab Al-Jurumiyah dsb.
Ketika beliau memasuki usia ke 15 tahun ia memulai pengembaraan ilmiah ke berbagai pondok pesantren. Ini adalah daftar pendidikan pondok pesantren yang pernah dijelajahi oleh KH. Imaduddin Utsman Al-Bantani, diantaranya adalah:
- Pondok Pesantren Ashhabul Maimanah di Serang, asuhan KH. Muhammad Syanwani Al-Bantani.
- Pondok Pesantren Ri
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

