Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Sahabat Ja’far bin Abi Thalib
✓ Terverifikasi Tim Riset

Sahabat Ja’far bin Abi Thalib

6.464 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Ja’far bin Abi Thalib merupakan sahabat Nabi Muhammad yang rupa dan perilakunya mirip dengan Rasulullah SAW. Ja’far adalah pejuang yang wafat dalam peperangan Mu’ah.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar isi Biografi Sahabat Ja'far bin Abi Thalib

1.   Riwayat Hidup
1.1 Lahir
1.2 Nasab
1.3 Wafat

2.   Kisah-kisah
2.1 Cobaan Keluarga Abi Thalib
2.2 Memeluk Islam
2.3 Hijrah ke Habasyah
2.4 Menjadi Juru Bicara Menepis Fitnahan Kaum Quraisy
2.5 Hijrah ke Yatsrib
2.6 Bapak Orang-orang Miskin
2.7 Mengikuti Perang Melawan Tentara Rum

3. Mirip Dengan Rasulullah SAW

4. Chart Silsilah
4.1 Chart Silsilah Sanad

6. Referensi

Ja’far bin Abi Thalib merupakan sahabat Nabi Muhammad yang rupa dan perilakunya mirip dengan Rasulullah SAW. Ja’far adalah pejuang yang wafat dalam peperangan Mu’ah.

1. Riwayat Hidup

1.1 Lahir

Tadak diketahui secara pasti tentang tanggal, bulan, dan tahun kelahiran Ja’far bin Abi Thalib karena minimnya sumber informasi.

1.2 Nasab

Ja’far bin Abi Thalib bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhar bin Kinanah. Rasulullah memberinya kun-yah Abu Turab.

1.3 Wafat

Ja’far wafat pada saat perang Mu’tah tahun 8 hijriyah.

2. Kisah-kisah

2.1 Cobaan Keluarga Abu Thalib

Abi Thalib termasuk bangsawan Quraisy dan mempunyai kedudukan terpandang dalam masyarakat. Namun, kehidupannya susah dan tanggungannya banyak. Ia pernah mengalami keadaan sangat kritis saat kemarau panjang. Tanaman mati karena kekeringan dan banyak orang terpaksa memakan bangkai. Di saat paceklik seperti ini, biasanya tidak ada yang menaruh perhatian untuk meringankan beban Abu Thalib di kalangan Bani Hasyim selain Abbas dan Muhammad bin Abdullah.

Muhammad berkata kepada Abbas, “Wahai paman, saudara paman (yaitu Abu Thalib) memiliki tanggungan yang sangat banyak. Sebagaimana yang paman saksikan, seluruh masyarakat kini sedang ditimpa musibah berupa kemarau panjang dan paceklik yang mengakibatkan banyak orang kelaparan. Marilah kita pergi ke rumah Abu Thalib, saudara paman. Kita ambil alih sebagian tanggungannya untuk meringankan beban keluarganya. Aku mengambil anaknya seorang, dan paman mengambil pula anaknya yang lain. Agaknya dengan begitu, cukup besar artinya untuk meringankan bebannya.”

Abbas berkata, “Usulmu sangat bagus. Engkau betul-betul membangunkanku untuk kebajikan. Marilah kita pergi.”

Mereka pun pergi ke rumah Abu Thalib. Lalu berkata, “Kami datang hendak meringankan beban Anda yang berat. Izinkanlah kami membawa sebagaian anak-anakmu tinggal bersama kami sampai masa sulit yang mencekam seluruh masyarakat ini reda kembali.”

Abu Thalib berkata, “Boleh saja, asal kalian tidak membawa Aqil.” Aqil adalah anak laki-laki Abu Thalib yang tertua.

Muhammad bin Abdullah mengambil Ali bin Abi Thalib lalu digabungkannya dalam keluarganya. Sedangkan Abbas membawa Ja’far bin Abi Thalib dan digabungkannya pula dalam keluarganya. Ali tetap tinggal bersama Muhammad bin Abdullah sampai Allah mengutusnya menjadi rasul dengan agama yang hak. Dan, Ali tercatat sebagai pemuda yang pertama-tama masuk Islam. Sementara Ja’far tinggal bersama paman Abbas hingga dewasa, lalu dia masuk Islam.

2.2 Memeluk Islam

Ja’far sejak dini diasuh oleh pamannya Abbas hingga ia dewa

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+