KH. Ghozali bin Lanah beliau adalah ulama besar dari Rembang dan pendiri pesantren MIS Rembang.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-guru Beliau
2.3 Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
3 Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
3.2 Murid-murid Beliau
4 Karier, dan Karya
4.1 Karier Beliau
4.2 Karya Beliau
5 Chart Silsilah
5.1 Chart Silsilah Sanad
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Ghozali lahir di Desa Klampis, Bangkalan, Madura pada tahun 1184 H/1768 M. Beliau merupakan putra dari pasangan Kiai Maulana atau kerap dipanggil Kiai Lanah dan Nyai Saliyah. Kiai Ghazali mempunyai empat saudara kandung, yaitu Saliyo (Ghozali), Hasan, Nyai Sento, dan Khatibah.
Nama KH. Ghozali di masa kecil adalah Saliyo, setelah berangkat haji namanya diganti menjadi Ghazali karena mengharap keberkahan terhadap Imam Al Ghazali.
1.2 Riwayat Keluarga
Suatu ketika KH. Ma’ruf berkeinginan untuk menguji kemampuan santrinya dengan memberikan beberapa pertanyaan. Kiyai Ma’ruf berjanji barang siapa yang bisa menjawab pertanyaan beliau kelak akan dijadikan sebagai adik iparnya. Di antara sekian banyak pertanyaan yang diajukan ada sebuah pertanyaan tentang fan nahwu mengenai lafadz idza (إذا). Namun ketika pertanyaan nahwu tersebut disampaikan, ternyata tidak ada stupun santri yang mampu menjawabnya.
Di tengah keheningan itu tiba-tiba ada seorang santri yang berkata: “Nuwun sewu Yai, wonten santri ingkang saget jawab, naminipun Saliyo ingkang dipun laqobi Tumpul” (Ma’af Yai, ada santri yang mampu menjawab, namnaya adalah Saliyo yang biasa disapa Tumpul). Karena fan Nahwu adalah fan yang disukai dan dikuasai oleh Saliyo (KH. Ghozali) selama di pesantren Belitung, maka beliau pun bisa dengan mudah menjawabnya.
Sesuai dengan janji yang telah diucapkan, KH. Ghozali muda akhirnya dinikahkan dengan adik ipar KH. M’ruf yang bernama Pinang. Beliau adalah adik dari istri KH. Ma’ruf yang bernama Nyai Mondoliko, putri KH. Muhdhor Sidoarjo. Dari pernikahan itu KH. Ghozali dikaruniai 4 putri dan 2 putra, mereka adalah :
1. Nyai Hj. Sa’idah (istri KH. Ahmad bin Syu’aib)
2. Nyai Hj. Syamsiroh (istri KH. Umar bin Harun)
3. Nyai Hj. Syari’ah (istri KH. Thoyyib)
4. Nyai Hj. Shobiroh (istri KH. Syamsuri)
5. KH. Abdurro’uf (tidak punya anak)
6. KH. Fathurrohman
1.3 Wafat
Beliau wafat pada tahun 1275 H atau bertepatan 1859 M dalam usia 91 tahun.
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

