Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Sahabat Abdullah bin Khuzafah As-Sahmi
✓ Terverifikasi Tim Riset

Sahabat Abdullah bin Khuzafah As-Sahmi

wafat 0649 M · 3.552 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Abdullah bin Khuzafah As-Sahmi merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang memeluk Islam sejak dini.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar isi Biografi Sahabat Abdullah bin Khuzafah As-Sahmi

1.    Riwayat Hidup
1.1  Lahir
1.2  Wafat

2.    Kisah-kisah
2.1  Memeluk Islam
2.2  Diutus Menyampaikan Surat ke Raja Persia
2.3  Memerangi Raja Romawi

3.    Chart Silsilah
3.1  Chart Silsilah Sanad

4.    Referensi

Abdullah bin Khuzafah As-Sahmi merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang memeluk Islam sejak dini.

1. Riwayat Hidup

1.1 Lahir

Tidak diketahui secara pasti tempat, tanggal, bulan, dan tahun kelahirannya Abdullah bin Khuzafah As-Sahmi karena minimnya sumber informasi.

1.2 Wafat

Abdullah bin Khuzafah As-Sahmi wafat pada tahun 28 hijriyah di Mesir pada masa pemerintahan Utsman bn Affan.

2. Kisah-kisah

2.1 Memeluk Islam

Abdullah bin Khuzafah As-Sahmi merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang memeluk Islam dari sejak dini dan sempat mengikuti emigrasi ke Abessinia kemudian hijrah ke Madinah.

2.2 Diutus Menyampaikan Surat ke Raja Persia

Seorang sahabat yang dikenal dengan Abdullah ibnu Huzhafah as-Sahmi. Sejarah telah mencatat sepak terjang laki-laki ini sebagaimana pahlawan yang tidak pernah hilang dari benak orang Arab, bahkan Islam amat berjasa kepada Abdullah ibnu Huzhafah dengan mempertemukannya dengan para pemimpin dunia pada masa hidupnya seperti Kisra Parsi dan Kaisar Rum. Kisah Abdullah ibnu Huzhafah dengan kedua raja itu merupakan cerita yang tidak akan terlupakan sepanjang masa dan akan senantiasa terukir di dalam sejarah.

Kisah dengan Kisra Raja Parsi terjadi tahun 6 H ketika Nabi berniat untuk mengutus beberapa sahabat beliau untuk menyampaikan surat-surat kepada raja-raja non-Arab untuk mengajak mereka memeluk Islam. Dan Rasulullah amat mengetahui risiko dari tugas-tugas itu. Para utusan tersebut akan pergi menuju daerah-daerah yang ditentukan oleh Nabi yang belum pernah mereka tempuh sebelumnya. Para utusan tadi tidak menguasai bahasa mereka dan tidak mengetahui bagaimana karakter raja-raja tersebut. Mereka akan mengajak raja-raja tersebut untuk meninggalkan agama mereka, melepaskan wibawa dan kekuasaan mereka, selanjutnya memeluk suatu agama yang sebelum ini pengikutnya berasal dari masyarakat mereka sendiri. Ini merupakan perjalanan yang amat berisiko. Hidup dan kembali dengan selamat atau mati di sana.

Karena tugas yang mulia dan berat ini, Rasulullah mengumpulkan para sahabat beliau dan berkhotbah di depan mereka. Setelah mengucapkan hamdalah membaca syahadat, Rasulullah berkata, “Amma ba’du. Sesungguhnya aku berniat untuk mengutus sebagian kalian kepada para raja non-Arab. Maka janganlah kalian berseteru dengan mereka sebagaimana kaum bani Israel terhadap Isa ibnu Maryam.”

Para sahabat berkata kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, kami akan melaksanakan apa yang engkau inginkan. Maka utuslah siapa saja dari kami yang engkau kehendaki.”

Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam. memilih enam orang sahabat beliau untuk menyampaikan surat dakwah kepada para raja Arab dan non-Arab. Salah seorang dari mereka adalah Abdullah ibnu Huzhafah as-Sahmi. Beliau diutus untuk menyampaikan surat Nabi kepada Kisra Raja Persia.

Abdullah ibnu Huzhafah telah mempersiapkan perjalanannya. Beliau meninggalkan istri serta anaknya. Dalam perjalanan, beliau

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+