Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Sunan Bungkul
✓ Terverifikasi Tim Riset

Sunan Bungkul

lahir 1980 M · 17.019 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Sunan Bungkul adalah salah satu tokoh penyebar Islam di Surabaya, khususnya di daerah Bungkul. Sehingga tidak sedikit orang yang menyebutnya dengan gelar Sunan Bungkul yang merupakan tokoh di luar narasi arus utama mengenai Wali Sanga.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir
1.2  Wafat

2.  Sanad Ilmu dan Pendidikan Sunan Bungkul

2.1  Guru-guru Sunan Bungkul

3.  Perjalanan Dakwah Sunan Bungkul

4.  Keteladanan Sunan Bungkul

5.  Referensi

 

1     Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1    Lahir

Sunan Bungkul memiliki nama lain yakni Empu Supo atau Ki ageng Supo. Ia adalah seorang putra dari Tumenggung Supodriyo, seorang pembesar dari Kerajaan Majapahit.
Setelah mendapat hidayah dan memeluk Islam, Sunan Bungkul mengganti namanya menjadi Ki Ageng Mahmuddin atau Syekh Mahmuddin diperkirakan beliau lahir pada awal tahun 1400 an.

1.2    Wafat

Sunan Bungkul diperkirakan wafat sekitar tahun 1481 M dan dimakamkan di daerah bungkul Surabaya


2     Sanad Ilmu dan Pendidikan Sunan Bungkul

2.1    Guru-guru Sunan Bungkul

  1. Sunan Bejagung Lor
  2. Sunan Kalijaga

 

3.    Perjalanan Dakwah Sunan Bungkul

Sunan Bungkul sebelumnya mendapatkan julukan Empu karena beliau mempunyai kemampuan dalam pembuatan wesi aji seperti keris, tombak, cakra, dan peralatan dalam melebur keris-keris tersebut oleh karena itu beliau layak mendapatkan gelar tersebut. Konon, saat membuat keris, beliau tidak memerlukan alat untuk meleburkan besi. Namun hanya perlu mengelus dan memijat besi yang membara dan membentuknya menjadi sebuah keris. Beliau tidak hanya menetap di Majapahit, tetapi juga suka mengembara jauh. Selain itu juga memiliki sifat yang arogan dan suka memamerkan kesaktianya didepan umum.

Suatu hari dalam pengembaraanya, beliau bertemu dengan Sunan Kalijogo yang menyamar sebagai dalang yang memperkenalkan diri dengan nama Ki Dalang Kumendung. Ki Supo sesumbar dalam kehebatanya membuat keris dan akhirnya diminta oleh ki Dalang untuk untuk membuat sebilah keris. Ki Supo dengan kehebatannya memandang sinis tawaran dari Ki Dalang untuk membuat keris. Empu Supo memulai memijat-mijat keris tersebut seperti biasanya, namun Ki Supo tidak berhasil.  Ketidakmampuannya untuk membuat keris tersebut membuat Ki Supo menyadari bahwa beliau telah berhadapan dengan orang yang tidak sembarangan dan memiliki kesaktian yang lebih tinggi darinya. Ia kemudian berguru kepada Sunan Kalijaga dan memeluk Islam. Lalu ia mengubah namanya menjadi Syekh Mahmudin.

Ketika berguru ternyata terbukti bahwa beliau adalah murid yang sholeh, kemudian beliau dinikahkan dengan adik Sunan Kalijaga, Dewi Rosowulan. Sunan Bungkul juga memiliki hubungan yang erat dengan Sunan Ampel karena Sunan Ampel menikahi putri Sunan Bungkul. Berkat hubungan baik tersebut proses islamisasi yang dilakukan oleh sunan Ampel ini berhasil berkat bantuan dari mertuanya tersebut. Selain memiliki hubungan dengan Sunan Ampel, ia juga merupakan mertua Sunan Giri.
Adapula kisah yang menceritakan Ki Ageng Mahmudin dulunya seorang pejabat kerajaan Majapahit, setingkat Tumenggung. Beliau diminta oleh Raja Majapahit, Brawijaya, agar menemani putra mahkota yang tidak ingin menggantikannya sebagai raja karena lebih tertarik belajar agama, dan ingin berguru ke Sunan Bejagung, di Tuban. Putra Mahkota dan Tumenggung belajar agama menjadi santrinya Sunan Bejagung yang memiliki nama asli Syaikh Abdullah Asy'ari yang tidak lain adalah adik dari Syaikh Maulana Ibrahim Asmoroqondhi, ayah Sunan Ampel dan kakek dari Sunan Bonang dan Sunan Drajat. Di kemudian hari putra mahkota Majapahit tersebut diambil

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+