Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Sahabat Abdurrahman bin Abu Bakar
✓ Terverifikasi Tim Riset

Sahabat Abdurrahman bin Abu Bakar

wafat 0673 M · 4.899 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Abdurrahman bin Abu Bakar merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW yang juga merupakan putra dari khalifah pertama yaitu Abu Bakar Shiddiq.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar isi Biografi Sahabat Abdurrahman bin Abu Bakar

1.    Riwayat Hidup
1.1  Lahir
1.2  Wafat

2.    Kisah-kisah
2.1  Sebelum Memeluk Islam
2.2  Memeluk Islam
2.3  Mengikuti Perang Yamamah
2.4  Mempertahankan Sistem Demokrasi

3.    Referensi

Abdurrahman bin Abu Bakar merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW yang juga merupakan putra dari khalifah pertama yaitu Abu Bakar Shiddiq.

1. Riwayat Hidup

1.1 Lahir

Abdurrahman bin Abu Bakar lahir di Mekkah. Mengenai tanggal, bulan, dan tahun kelahiran beliau tidak diketahui secara pasti karena minimnya sumber informasi.

1.2 Wafat

Abdurrahman bin Abu Bakar wafat pada tahun53 hijriyah.

2. Kisah-kisah

2.1 Sebelum Memeluk Islam

Abdurrahman bin Abu Bakar merupakan lukisan nyata tentang kepribadian Arab dengan segala kedalaman dan kejauhannya. Sementara ayahnya adalah orang yang mula pertama beriman, dan “Shiddiq” yang memiliki corak keimanan yang tiada taranya terhadap Allah dan Rasul-Nya, serta orang kedua ketika mereka berada dalam gua.

Tetapi Abdurrahman termasuk salah seorang yang keras laksana batu karang menyatu menjadi satu, senyawa dengan Agama nenek moyangnya dan berhala-berhala Quraisy. Di perang Badar beliau tampil sebagai barisan penyerang di pihak tentara musyrik. Dan di perang Uhud beliau mengepalai pasukan panah yang dipersiapkan Qurairsy untuk menghadapi Kaum Muslimin.

Dan sebelum kedua pasukan itu bertempur, leblh dulu seperti biasa dimulai dengan perang tanding. Abdurrahman maju ke depan dan meminta lawan dari pihak Muslimin. Maka bangkitlah bapaknya yakni Abu Bakar Shiddiq Radhiyallah ‘Anhu maju ke muka melayani tantangan anaknya itu. Tetapi Rasulullah menahann sahahabatnya itu dan menghalanginya melakukan perang tanding dengan puteranya sendiri.

Bagi seorang Arab asli, tak ada ciri yang lebih menonjol dari kecintaannya yang teguh terhadap apa yang diyakininya. Jika beliau telah meyakini kebenaran sesuatu agama atau sebuah pendapat, maka tak ubahnya beliau bagai tawanan yang diperbudak oleh keyakinannya itu hingga tak dapat melepaskan diri lagi.

Kecuali bila ada keyakinan baru yang lebih kuat, yang memenuhi rongga akal dan jiwanya tanpa prasangka sedikit pun, yang akan menggeser keyakinannya yang pertama tadi.

Demikianlah, bagaimana juga hormatnya Abdurrahman kepada ayahnya, serta kepercayaannya yang penuh kepada kematangan akal dan kebesaran Jiwa serta budinya, namun keteguhan hatinya terhadap keyakinannya tetap berkuasa hingga tiada terpengaruh oleh keislaman ayahnya itu. Maka beliau berdiri teguh dan tak beranjak dari tempatnya, memikul tanggung jawab aqidah dan keyakinannya itu, membela berhala-berhala Quraisy dan bertahan mati-matian di bawah bendera dan panji-panjinya, melawan Kaum Mukminin yang telah siap mengorbankan jiwanya.

Dan orang-orang kuat semacam ini, tidak buta akan kebenaran, walaupun untuk itu diperlukan waktu yang lama.

Kekerasan prinsip, cahaya kenyataan dan ketulusan mereka, akhir kesudahannya akan membimbing mereka kepada barang yang haq dan mempertemukan mereka dengan petunjuk dan kebaikan.

2.2 Memeluk Islam

Dan pada suatu hari, berdent

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+