Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Sahabat Mush'ab bin Umair
✓ Terverifikasi Tim Riset

Sahabat Mush'ab bin Umair

wafat 0625 M · 6.155 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Mush’ab bin Umair atau yang biasa dikenal dengan Mush’ab Al-Khair (Mush’ab yang baik) merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW yang berasal dari Kabilah Bani Abdu Dar dari Suku Quraisy.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar isi Biografi Sahabat Mush'ab bin Umair

1.    Riwayat Hidup
1.1  Lahir
1.2  Nasab
1.3  Wafat

2.    Kisah-kisah
2.1  Memeluk Islam
2.2  Duta Islam Pertama
2.3  Perang Uhud

3.    Referensi

Mush’ab bin Umair atau yang biasa dikenal dengan Mush’ab Al-Khair (Mush’ab yang baik) merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW yang berasal dari Kabilah Bani Abdu Dar dari Suku Quraisy.

1. Riwayat Hidup

1.1 Lahir

Mush’ab bin Umair lahir di Mekkah. Mengenai tanggal, bulan, dan tahun kelahirannya tidak diketahui secara pasti karena minimnya sumber informasi.

1.2 Nasab

  1. Mush’ab bin
  2. Umair bin
  3. Hasyim bin
  4. Abdu Manaf bin
  5. Abdu Dar bin
  6. Qushay bin
  7. Kilab al-Qurasyi

1.3 Wafat

Mush’ab bin Umair wafat pada tahun 3 hijriyah atau 625 masehi di Gunung Uhud.

2. Kisah-kisah

2.1 Memeluk Islam

Keislaman Mush’ab bin Umair diawali ketika beliau mendengar tentang Muhammad yang mendakwahkan dirinya sebagai Rasulullah dan mengajak manusia untuk beribadah kepada Allah yang Esa. Setelah mendengar Rasulullah sering mengadakan pertemuan dengan para sahabatnya di rumah Arqam bin Abil Arqam, beliau pun menyempatkan diri mengikuti majelis yang di dalamnya dibacakan ayat-ayat Al Qur’an. Wahyu yang kala itu dibacakan oleh Rasulullah didengar oleh Mush’ab hingga merasuki hatinya dan menjadi jalan hidayah Allah kepadanya.\

Untuk beberapa saat lamanya, Mush’ab menyembunyikan keislamannya. Namun suatu ketika ada seseorang yang melihat gelagat Mush’ab sebagai orang yang telah mengikuti agama Muhammad dan memberitahukan hal ini kepada ibunya. Sejak peristiwa ini cobaan terhadap keimanan beliau pun mulai datang silih berganti. Mulai dari ibunya yang kemudian memenjarakannya di sebuah tempat terpencil, dua kali hijrah ke Habsyi, hingga pengusiran oleh ibunya yang tidak lagi sudi menganggapnya sebagai anak kandung. Ini juga berarti akhir dari kehidupan mewah dan perlente pemberian orang tuannya yang selama ini dinikmatinya. Begitulah, pemuda rupawan ini lebih memilih hidup miskin dan sengsara, dengan pakaiannya yang kasar dan usang, sehari makan dan beberapa hari lapar demi cintanya pada Allah.

Suatu hari pernah beberapa orang Muslimin duduk di sekeliling Rasulullah . Ketika mereka memandang Mush’ab, mereka menundukkan kepala dan memejamkan mata. Sebagian dari mereka tak kuasa menahan air mata karena rasa ibanya terhadap Mush’ab. Akan tetapi Rasulullah melihat Mush’ab dengan pandangan penuh arti, rasa cinta kasih dan syukur. Sambil tersenyum beliau berkata : “Dahulu saya melihat Mush’ab ini tak ada yang mengimbangi dalam memperoleh kesenangan dari orang tuannya, kemudian ditinggalkannya semua itu demi cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya.”

2.2 Duta Islam Pertama

Setelah keluarga dan kekayaan beliau tinggalkan demi Allah dan Rasulullah SAW. Namun berkurangnya atau hilangnya kemewahan dunia pada dirinya justru berakibat pada peningkatan pengabdiannya pada Allah dan Rasul-nya. Tercatat sumbangsihnya yang teramat besar bagi penegakkan kalimat Allah di muka bumi. Beliau menjadi duta pertama Rasul yang diutus untuk berdakwah kepada masyarakat Madinah. Dengan sifat zuhud, kejujuran, dan kesungguhan hati,

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+