Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Ibrahim an-Nakho'i
✓ Terverifikasi Tim Riset

Ibrahim an-Nakho'i

lahir 0666 M · 14.359 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Ibrahim an-Nakha'i merupakan tabi'in yang piawai dalam kajian hadits dan dikenal sebagai salah satu tabi'in besar dan banyak menghafal hadits.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Biografi Ibrahim an-Nakha'i

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Kepiawaian dan Kecerdasan Ibrahim an-Nakha'i
  4. Guru guru beliau
  5. Murid murid beliau
  6. Kerendahan Hati Ibrahim an-Nakha'i
  7. Sanjungan Ulama Kepada Ibrahim an-Nakha'i
  8. Chart Silsilah Sanad
  9. Referensi

1. Kelahiran

Tabi'in yang bernama lengkap Abu 'Ammar Ibrahim bin Yazid bin al-Aswad bin Amr bin Rabiah bin Haritsah bin Sa'ad bin Malik bin an-Nakha'i lahir pada tahun 46 H.

2. Wafat

Ketika ajal menjelang, Ibrahim sempat menangis. Para kerabat yang ada di sekitanya berkata: "Apa yang membuatmu menangis?" Ibrahim menjawab, "Bagaimana aku tidak menangis, saat ini aku sedang menantikan utusan dari Allah yang akan memberi kabar. Apakah surga ataukah neraka." Demikian, Ibrahim meninggal dunia pada tahun 96 H dalam usia 50 tahun. Kepergian Ibrahim bin an-Nakha'i menyisakan kesedihan dan kepiluan di hati masyarakat. Betapa tidak, ketakwaan, keilmuan, dan kezuhudannya begitu berkesan.

Syu'aib bin al-Habhab berkata: "Aku termasuk salah sesorang yang menguburkan Ibrahim an-Nakha'i. Lalu asy-Sya'bi bertanya : 'Apakah kalian ikut menguburkan sahabat kalian?. Maka aku menjawab : "Ya". Lalu asy-Sya'bi berkata : "Sungguh Ibrahim tidak mewariskan sesuatu kepada seseorang. Tidak ada orang yang lebih berilmu dan faqih dari beliau". Bahkan bagi asy-Sya'bi, sepeningal Ibrahim, tidak ada seorang pun di Jazirah Arab yang dapat mengungguli keilmuan Ibrahim. asy-Sya'bi berkata: "Ya, tidak ada penduduk Basrah, Kufah, Hijaz, dan Syam yang lebih berilmu dan memahami agama kucuali Ibrahim." Dan asy-Sya'bi berkata: "Demi Allah, setelah dia (Ibrahim an-Nakha'i) wafat, tidak ada ulama yang sekaliber dengannya".

Baca juga: Masruq bin al-Ajda al-Hamadani

3. Kepiawaian dan Kecerdasan Ibrahim an-Nakha'i

Beliau adalah tabi'in yang piawai dalam kajian hadits dan dikenal sebagai salah satu tabi'in besar dan banyak menghafal hadits. Menurut ash-Shalah ash-Shafdi, Ibrahim an-Nakha'i adalah ahli fiqih iraq dan imam mujtahid yang sangat luar biasa. dan dikenal sebagai salah satu tabi'in yang digambarkan sebagai ulama sepandai gurunya yaitu Ibnu Mas'ud. Kontribusinya dalam periwayatan hadits cukup banyak, melebihi ulama tabi'in lainnya semisal al-Qamah, al-Aswad, Masruq, dan yang lainnya. Kecerdasannya begitu mumpuni, dan budi pekertinya sangat santun.

Ulama yang berasal dari Kufah ini bertemu dengan sejumlah sahabat Rasulullah Saw semisal Abu Sa'id al-Khudri dan Ummul Mukminin Aisyah r.a. Bahkan dalam sebuah riwayat, Ibrahim menjadi referensi kajian hadits di kalangan tabi'in. Ismail bin Abi Khalid berkata, "Suatu ketika asy-Sya'bi, Ibrahim an-Nakha'i, dan Abu adh-Dhuha berkumpul di sebuah masjid untuk mengkaji hadits. Jika mereka mendapatkan hal-hal yang tidak diketahui, maka mereka mengarahkan pandangan ke Ibrahim an-Nakha'i."

Tidak hanya menguasai kajian hadits dan persoalan intelektual, Ibrahim

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+