Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Imam Syafi’i
✓ Terverifikasi Tim Riset

Imam Syafi’i

lahir 0767 M · 42.311 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Idris bin Abbas menyertai istrinya dalam sebuah perjalanan yang cukup jauh, yaitu menuju kampung Gaza, Palestina

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Contents

Riwayat Hidup dan Keluarga

Imam asy-Syafii dilahirkan pada tahun 150 H di Gaza, bertepatan dengan tahun imam Abu Hanifah meninggal dunia. Bahkan Sebagian ahli sejarah ada yang mengatakan bahwa beliau lahir pada malam meninggalnya Abu Hanifah.

Beliau rahimahullah bernama lengkap Muhammad bin Idris bin Abbas bin utsman bin syafi’, dan bertemu dengan nasab Rasulullah di Abdu Manaf. Artinya, imam asy-syafii berasal dari suku Quraisy dan bertemu nasapnya dengan baginda nabi, meski bukan keturunan beliau shollallahu ‘alaihi wa sallam.

Imam Asy-Syafi’I berkunyah Abu Abdillah dan berlaqab nashirus sunnah (pembela sunnah). Kendati beliau mampu memperoleh ilmu dan kedudukan yang tinggi, beliau adalah seorang ulama yang hidup dengan asuhan sang ibu saja, sebab ayah beliau wafat saat imam masih belia.

Sang imam tumbuh kembang di mekkah meski lahir di Gaza. Sebab, pada umur 2 tahun sang ibu membawa beliau untuk menetap di mekkah.

Lahir

Beliau lahir di Ghaza, Palestina (riwayat lain lahir di Asqalan, perbatasan dengan Mesir) pada tahun 150 H, pada tahun yang sama dengan meninggalnya Imam Abu Hanifah. Beliau dilahirkan dalam keadaan yatim, diasuh dan dibesarkan oleh ibunya dalam kondisi serba kekurangan (miskin).

Kehidupan Keluarga

Walaupun aktif dalam dunia intelektual, Imam al-Syafii juga menjalani hidupnya sebagai seorang suami dan ayah. Hal ini tentu berbeda dengan beberapa ulama lain yang rela menjomlo selamanya demi bisa hidup di jalan intelektual. Tulisan-tulisan terkait ulama yang melajang seumur hidup ini bisa dibaca pada artikel berikut: 20 Ulama yang Melajang Seumur Hidup

Imam Syafi’i menjalani perannya sebagai suami dan kepala keluarga dengan baik. Imam as-Syafii menikah bukan pada umur yang 20an tahun. Saat menikah, Imam Syafi’i saat itu hampir memasuki usia kepala tiga, 30 tahun.

Perempuan yang ia nikahi bukanlah perempuan sembarangan. Ia menikahi seorang muslimah mulia yang merupakan keturunan Utsman bin Affan, sang khalifah ketiga. Perempuan itu bernama Hamdah binti Nafi’ bin Anbasah bin Amr bin Utsman bin Affan. Pernikahannya ini dilangsungkan setelah wafatnya Imam Malik bin Anas, guru Imam Syafi’i.

Dari pernikahan Imam Syafi’i dan Hamdah binti Nafi, keduanya dikaruniai tiga orang anak, satu putra dan dua putri.

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+