Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Sahabat Thufail bin Amr ad-Dausi RA
✓ Terverifikasi Tim Riset

Sahabat Thufail bin Amr ad-Dausi RA

wafat 0653 M · 5.541 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Thufail bin Amr ad-Dausi RA adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW. Beliau juga pemimpin kabilah Daus yang sangat dihormati dan terpandang.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar isi Biografi Sahabat Thufail bin Amr ad-Dausi RA

1.    Riwayat Hidup
1.1  Lahir
1.2  Wafat

2.    Kisah-kisah
2.1  Pemimpin Kabilah Daus
2.2  Perjalanan Masuk Islam
2.3  mengislamkan Keluarga dan Kaumnya
2.4  Diutus Membakar Dzul Kaffain
2.5  Mengetahui Ajalnya

3.    Chart Silsilah Sanad

4.    Referensi

Thufail bin Amr ad-Dausi RA adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW. Beliau juga pemimpin kabilah Daus yang sangat dihormati dan terpandang.

1. Riwayat Hidup

1.1 lahir

Thufail bin Amr ad-Dausi RA lahir pada tahun  38 sebelum hijrah atau sekitar 586 masehi.

1.2 Wafat

Thufail bin Amr ad-Dausi RA wafat pada saat perang Yamamah tahun 653 masehi.

2. Kisah-kisah

2.1 Pemimpin Kabilah Daus

Thufeil bin Amr ad-Dausi RA merupakan pemimpin kabilah Daus pada masa Jahiliah. Beliau juga salah seorang yang terpandang di kalangan Arab dan salah seorang bangsawan yang berwibawa. Api dapurnya selalu mengepul dan jalan selalu terbuka untuk­nya. Beliau senang memberi makan orang yang lapar, melindungi orang yang takut, dan memberi upah para pekerja. Di samping itu, beliau juga seorang yang sopan, cerdas, dan pintar, penyair yang halus perasaannya, jelas, dan manis perkataannya. Seolah-olah kalimat-­kalimat yang keluar dari mulutnya seperti sihir.

2.2 Perjalanan Masuk Islam

Ketika Thufeil bin Amr ad-Dausi RA meninggalkan kampungnya, Tihamah, menuju Mekah. Pada saat itu terjadi pergolakan antara Rasul yang mulia dengan kaum kafir Quraisy. Masing-masing menginginkan ke­menangan dan berusaha mencari pendukung. Rasul Shalallahu ‘alaihi wasalam berdoa kepada Rabbnya dan senjatanya adalah iman dan kebenaran, sedangkan kafir Quraisy berusaha untuk menyebarkan ajakan mereka dengan pedang dan menghalangi manusia mengikuti Muhammad dengan segala cara.

Ath-Thufail merasa dirinya memasuki pertempuran ini tanpa persiapan apa pun dan tanpa beliau sengaja. Padahal beliau tidak pergi menuju Mekah dengan tujuan itu dan tidak pernah terlintas di pikirannya mengenai pertentangan antara Muhammad dan kafir Quraisy. Akibatnya, pertempuran itu pun menjadi kenangan yang tak pernah terlupakan bagi ath-Thufail bin Amr ad-Dausi.

Kemudian Ath-Thufail mengisahkan bahwa pada suatu hari dirinya menginjakkan kaki di Mekah. Tidak seorang pemimpin Quraisy pun mengenalnya hingga mereka menemuinya dan menyambut kedatangannya dengan meriah. Mereka memuliakannya sebagaimana mereka memuliakan para pemimpin mereka. Kemudian, para pemimpin dan pembesar Quraisy berkumpul bersamanya. Mereka berkata, “Ya Thufail, engkau telah datang ke negeri kami. Ada seorang laki-laki yang menyatakan dirinya adalah seorang Nabi. Beliau telah menyusahkan urusan kami dan memecah belah kami. Kami amat takut hal ini juga terjadi di kaummu sebagaimana yang kami alami sekarang. Maka, janganlah engkau pernah berbicara dengannya. Janganlah engkau dengarkan perkataannya. Sesungguhnya, beliau memiliki ucapan seperti sihir yang dapat memisahkan antara seorang anak dan bapaknya. Antara saudara dan saudaranya yang lain. Antara seorang istri dan suaminya.”

Ath-Thufail mengatakan, “Demi Allah, mereka sela

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+