Syaikhah Fatimah Al-Banjari lahir di Martapura. Di perkirakan beliau lahir pada tahun 1775, kedua orangtua beliau adalah Syaikh Abdul Wahab Bugis, seorang Ulama besar dan terhormat di Kalimantan dan ibunda beliau bernama Syarifah, putri dari Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Biografi Syaikhah Fathimah Al-Banjari (Ulama Perempuan Banjar Penulis Kitab Parukunan Melayu)
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Guru-guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Karya Beliau
4. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Syaikhah Fatimah Al-Banjari lahir di Martapura. Diperkirakan beliau lahir pada tahun 1775, kedua orang tua beliau adalah Syaikh Abdul Wahab Bugis, seorang Ulama besar dan terhormat di Kalimantan dan ibunda beliau bernama Syarifah, putri dari Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
Salah satu hal unik yang terjadi sebelum kelahiran ulama perempuan bernama Syaikhah Fathimah Al-Banjari ini adalah tentang pernikahan kedua orang tuanya. Saat Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari mendapat kabar bahwa putrinya telah dewasa, beliau menikahkan secara mujbir dengan Syaikh Abdul Wahab Bugis, teman belajarnya di Haramain. Namun, ketika sampai di Banjarmasin, ternyata Syarifah sudah dinikahkan oleh sultan sebagai wali hakim dengan seorang bernama Utsman, dan telah melahirkan seorang anak bernama Muhammad As’ad.
Menurut hukum islam yang berlaku, kedua bentuk pernikahan itu sah pada tempatnya masing-masing. Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari kemudian menyelesaikan dengan cara yang cukup menarik, yaitu dengan melakukan pemeriksaan waktu terjadi perkawinan dengan keahliannya di bidang ilmu falak, mengingat perbedaan waktu di Makkah dan Martapura. Hasil pemeriksaannya menunjukan bahwa, pernikahan di Makkah terjadi beberapa saat sebelum pernikahan di Martapura. Karena itu, ikatan pernikahan Syarifah dengan Utsman dibatalkan (di-fasakh) dan ditetapkan sahnya pernikahan Syarifah dengan Syaikh Abdul Wahab Bugis.
1.2 Wafat
Tidak ada keterangan jelas tentang wafat beliau. Namun, ada yang mengatakan bahwa beliau wafat kira-kira pada usia 53 tahun pada tahun 1828 M, dan dimakamkan di kompleks pemakaman Desa Karangtengah.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
Sebagai seorang ulama perempuan, Syaikhah Fathimah Al-Banjari banyak mewarisi ilmu-ilmu keislaman dari ayah dan ibunya yang merupakan ulama besar dan ternama. Selain itu, kealimannya juga tidak lepas dari peran sang kakek, Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari, yang mendidiknya secara langsung. Bahkan, Fathimah adalah cucu sekaligus murid sang kakek yang paling cerdas. Bersama sang ibu dan saudara seibu yang bernama Muhammad As’ad bin Utsman, Fathimah dididik langsung oleh Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari. Dari kakeknya inilah, beliau belajar bahasa Arab, ilmu tafsir, Ushuluddin, dan fiqh.
2.1 Guru-guru Syaikhah Fathimah al-Banjari
- Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Kakek)
- Syaikh Abdul Wahab Bugis (Ayah)
- Syarifah binti Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Ibu)
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
Setelah menguasai berbagai cabang disiplin ilmu, Syaikhah Fathimah Al-Banjari beserta ibunya (Syarifah) diberi izin untuk mengajar bagi kaum perempuan. Oleh sebab itulah, namanya juga dikenal sebagai tokoh perempuan yang dapat dikatakan sebagai pembuka akses pendidikan bagi kaum perempuan Banjarmasin. Kealiman Syaikhah Fathimah al-Banjari tidak lepas dari peran sang kakek yang dalam mendidik tidak perna
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

