KH.Su'udy Karim, yang berkelahiran pada 1945 di Kepanjen – Malang – Jawa Timur.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
2.3 Mendirikan Pondok Pesantren
3. Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Karier Beliau
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH.Su'udy Karim, yang berkelahiran pada 1945 di Kepanjen – Malang – Jawa Timur.
1.2 Wafat
KH. Su'udy Karim wafat di usia 73 tahun, hari Selasa pada 13 Nopember pukul 14.45 WIB. Jenazah beliau dimakamkan di area pemakaman keluarga yang bersebelahan dengan pemakaman warga lingkungan Groyok.
1.3 Riwayat Keluarga
Seusai mengenyam pendidikan, KH. Su’udy Karim menikah dengan Nyai Hj. Muhaiminah Arifin, dari pernikahan beliau dikaruniani beberapa anak.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
KH. Su’udy Karim beberapa kali mengenyam pendidikan pesantren, diantaranya ke Pondok pesantren Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang saat diasuh oleh KH. Musta’in Romli Tamim (alm). Juga pernah mondok ilmu di pondok pesantren Al-Hidayat, Lasem, Rembang, Jawa Tengah asuhan KH. Ma’shum Ahmad (alm).
2.2 Guru-Guru
2.3 Mendirikan Pondok Pesantren
KH. Su’udy Karim disertai istrinya, menjadikan majlis taklim tersebut semakin berkembang. Mulai frase anak-anak hingga remaja, KH. Su’udy Karim bersama Ibu Nyai Muhaiminah mengasuh para santri tidak hanya mengajarkan al-Qur’an saja, melainkan juga ilmu-ilmu ke-Islaman lainnya baik itu hadist, feqih, hingga Nahwu Shorof
Beberapa waktu kemudian, KH. Su'udy Karim sekeluarga hijrah ke Jl. Sunan Kalijogo, Ngaglik-Lamongan. Dimana sebelumnya tinggal di Jl. Kyai Amin Kenduruan Lamongan, Dengan ikut memakmurkan sebuah Mushola di Jl. Sunan Kalijogo, Ngaglik-Lamongan (mushola tersebut hingga sekarang masih ada), KH. Su'udy Karim sekalian membentuk kembali majlis taklim sebagaimana yang ada di Kenduruan.
Di Ngaglik tersebut, majlis taklim tersebut dikembangkan menjadi sebuah pondok pesantren dengan nama Pondok Pesantren “Tanfirul Ghoyyi”. Usai beberapa waktu bertempat di Ngaglik tersebut, akhirnyaKH. Su'udy Karim sekeluarga hijrah lagi ke Jl. Sunan Giri Gang Jambu, Groyok-Lamongan.
3. Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
KH. Dzulfikar Alaudin
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

