Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Su'udy Karim, Muasis Pesantren Tanfirul Ghoyyi Lamongan
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Su'udy Karim, Muasis Pesantren Tanfirul Ghoyyi Lamongan

lahir 1945 M · 3.990 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH.Su'udy Karim, yang berkelahiran pada 1945 di Kepanjen – Malang – Jawa Timur.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru Beliau
2.3  Mendirikan Pondok Pesantren

3.    Penerus Beliau
3.1  Anak-anak Beliau

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Karier Beliau

5.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga 

1.1 Lahir
KH.Su'udy Karim, yang berkelahiran pada 1945 di Kepanjen – Malang – Jawa Timur.

1.2 Wafat
KH. Su'udy Karim wafat di usia 73 tahun, hari Selasa pada 13 Nopember  pukul 14.45 WIB. Jenazah beliau dimakamkan di area pemakaman keluarga yang bersebelahan dengan pemakaman warga lingkungan Groyok.

1.3 Riwayat Keluarga
Seusai mengenyam pendidikan, KH. Su’udy Karim menikah dengan Nyai Hj. Muhaiminah Arifin, dari pernikahan beliau dikaruniani beberapa anak.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.2 Guru-Guru

  1. KH. Musta’in Romli Tamim
  2. KH. Ma’shum Ahmad

2.3 Mendirikan  Pondok Pesantren
KH. Su’udy Karim disertai istrinya, menjadikan majlis taklim tersebut semakin berkembang. Mulai frase anak-anak hingga remaja, KH. Su’udy Karim bersama Ibu Nyai Muhaiminah mengasuh para santri tidak hanya mengajarkan al-Qur’an saja, melainkan juga ilmu-ilmu ke-Islaman lainnya baik itu hadist, feqih, hingga Nahwu Shorof

Beberapa waktu kemudian, KH. Su'udy Karim sekeluarga hijrah ke Jl. Sunan Kalijogo, Ngaglik-Lamongan. Dimana sebelumnya tinggal di Jl. Kyai Amin Kenduruan Lamongan, Dengan ikut memakmurkan sebuah Mushola di Jl. Sunan Kalijogo, Ngaglik-Lamongan (mushola tersebut hingga sekarang masih ada), KH. Su'udy Karim sekalian membentuk kembali majlis taklim sebagaimana yang ada di Kenduruan.

Di Ngaglik tersebut, majlis taklim tersebut dikembangkan menjadi sebuah pondok pesantren dengan nama Pondok Pesantren “Tanfirul Ghoyyi”. Usai beberapa waktu bertempat di Ngaglik tersebut, akhirnyaKH. Su'udy Karim sekeluarga hijrah lagi ke Jl. Sunan Giri Gang Jambu, Groyok-Lamongan.

3. Penerus Beliau

3.1 Anak-anak Beliau
KH. Dzulfikar Alaudin

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+