Masa kecil Kyai Nawawi termasuk keluarga yang religius, dan sering membaca buku dan kitab kuning walaupun bermain dengan teman sebaya dan bersama keluarga besarnya.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Menjadi Mursyid Tarekat
4. Chart Silsilah Sanad
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Muhammad Nawawi lahir pada hari Selasa Kliwon, bulan Rabiul Awal 1334 H atau bertepatan pada 10 Januari 1916 M di Berjan Purworejo. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Muhammad Shiddiq dengan Nyai Fatimah.
KH. Muhammad Nawawi merupakan keturunan dari keluarga ningrat bernasab keturunan dari Sultan Agung Mataram dari jalur ayahnya yaitu:
1. Pangeran Senopati,
2. Sultan Agung,
3. Sinuwun Sayyid Tegal Arum,
4. Untung Suropati,
5. Gusti Oro-Oro Wanut,
6. Kyai Dalujah Wunut,
7. Kyai Jindi Amoh Plak Jurang,
8. Kyai Suratman Pacalan,
9. Kyai Burhan Joho,
10. Kyai Nuriman Tempel,
11. Kyai Asnawi Tempel,
12. Kyai Zarkasyi,
13. KH. Muhammad Shiddiq,
14. KH. Muhammad Nawawi.
Dari jalur ibunya bernama Nyai Fatimah bin Muhyiddin (w. 1948 M) kakek KH. Muhammad Nawawi dari garis ibunya adalah cikal bakal Desa Rending, sebuah desa di sebelah utara Desa Gintungan. Di desa yang didirikannya tersebut, kakeknya pernah menjabat sebagai Lurah Desa. Pada sebagian wilayah Desa Rendeng inilah terdapat sebuah pedukuhan bernama tirip, tempat mukim Simbah Kyai Zaid, seorang ulama besar dan juga saudara ipar KH. Abdullah Termas Pacitan.
1.2 Riyawat Keluarga
KH. Muhammad Nawawi menikah dengan Nyai Saodah.
1.3 Wafat
KH. Muhammad Nawawi Berjan wafat pada tahun 1982 M dan dimakamkan di Pemakaman Keluarga Desa Bulus Gebang Purworejo.
Baca juga: Ziarah di Makam KH. Nawawi Berjan, Pelopor Berdirinya JATMAN.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Masa kecil Kyai Nawawi termasuk keluarga yang religius, sering membaca buku dan kitab kuning walaupun bermain dengan teman sebaya dan bersama keluarga besarnya. Masa remajanya terkenal rajin belajar yang sangat tinggi bahkan membawa catatan sambil diskusi atau musyawarah.
Pada tahun 1970 M yang ditulis oleh Kyai Nawawi sendiri, dimulai dengan belajar Al-Qur’an, Fath Al-Qorib, Sanusi, Minhaj Al-Qawim, Ta’lim Al-Muta’allim, Tanqikh Al-Qaul, dan Shahih Bukhari kepada ayahnya sendiri KH. Muhammad Shiddiq.
Kyai Nawawi pengalaman nyantri berbagai daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan daerah Krapyak Yogyakarta seperti pondok di Lirboyo Pondok Kediri, Pondok Watucongol,
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

