KH. R. Abdul Hamid Abdul Qodir memiliki nama lengkap KH. Abdul Hamid bin KH. Abdul Qodir bin KH. M. Munawwir bin KH. Abdullah Rosyad bin KH. Hasan Bashari. Yang Lahir 30 April 1959 M di Bantul dari pasangan KH. R. Abdul Qodir dan Nyai Hj. R.A. Salimah.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi:
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Menjadi Pengasuh Pesantren
4. Karya-Karya
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. R. Abdul Hamid Abdul Qodir memiliki nama lengkap KH. Abdul Hamid bin KH. Abdul Qodir bin KH. M. Munawwir bin KH. Abdullah Rosyad bin KH. Hasan Bashari. Lahir pada tanggal 30 April 1959 M, di Bantul. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. R. Abdul Qodir dan Nyai Hj. R. A. Salimah.
Dalam urutan keluarga, KH. Abdul Hamid merupakan putra ke-empat dari lima bersaudara. Dilahirkan dari keluarga pesantren KH. Abdul Hamid yang merupakan cucu dari Pendiri pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, ayahandanya penerus estafet tanggungjawab KH. Munawwir untuk mengasuh Pesantren Al-Munawwir. Selain itu juga aktif di Jamiyyah Nahdlatul Ulama menjadi Penasehat Jamiyyatul Qurro wal Huffadz Pusat, serta menjadi Anggota Majelis Pentashih Al-Qur'an.
1.2 Riwayat Keluarga
Pada tahun 1989 tepat KH. R. Abdul Hamid Abdul Qodir berusia 30 tahun, usia yang matang untuk membina bahtera kehidupan rumah tangga. KH. R. Abdul Hamid Abdul Qodir menikah dengan putri KH. Abdullah Faqih Malang Jawa Timur yang bernama Nyai Luluk Maftuhah yang saat itu masih berusia 20 tahun. Dari pernikahannya, beliau dikaruniai empat putra dan dua putri. Yaitu: M. Baihaqi Ulinnuha, Nabila Amalia, Khalaf Muhammad Abha, M. Mahbub Ilahi, Nayla Mumtaza, dan M. Hafash Al Aziz.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Perjalanan intelektual KH. R. Abdul Hamid Abdul Qodir di mulai dari jenjang pendidikan formal selama 13 tahun di Krapyak, dimulai dari TK Ndasari Budi Krapyak Kulon tahun 1965 sampai 1966, SD Jageran Krapyak Kulon serta ikut Madrasah Ibtidaiyah Ponpes. Krapyak Yogyakarta ketika sorenya tamat tahun 1972, MTs dan Aliyah Al-Munawwir dari tahun 1973 sampai tahun 1978. Pada tahun 1979 beliau meneruskan menghafal Al-Qur’an hingga khatam di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Sleman Yogyakarta.
Kemudian tahun 1981 beliau menambah wawasan intelektualnya di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri sebagai santri musyawirin tamat pada tahun 1984 dan juga menjadi santri di PTQ. Ma’unah Sari Bandar Kidul Kota Kediri, kemudian beliau melanjutkan Perjalanan intelektualnya di Pondok Pesantren Raudlotul Ulum Cidahu Pandeglang Banten Jawa Barat pada tahun 1985 sampai 1987.
KH. R. Abdul Hamid Abdul Qodir juga pernah menjadi Santri diberbagai Pondok Pesantren yaitu Pondok Kaliwungu Kendal, Pondok Pesantren Petuk Mojo Kediri, Pondok Pesantren Ngunut Tulung Agung, Pondok Pesantren Ngrangkok Pare Kediri. Setelah belajar di Jawa Barat KH. R. Abdul Hamid Abdul Qodir kembali ke Krapyak untuk belajar Qira’ah Sab’ah kepada kakaknya KH. R. Muhammad Najib Abdul Qodir Pada tahun 1987 sampai tahun 1988.
2.2 Guru-Guru
KH. R. Abdul Hamid Abdul Qodir yang terkenal shaleh, wirai, zuhud, dan seorang hafidz beserta qiraat sab'ah.
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

