Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Raden Zainuddin Syafi’i, Ulama Besar dari Purworejo
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Raden Zainuddin Syafi’i, Ulama Besar dari Purworejo

lahir 1903 M · 5.410 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Raden Zainuddin Syafi’i, lahir di Desa Wonokromo Jejan Bantul DIY. Pada tahun 1903 M.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi:

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Menjadi Pengasuh Pesantren
3.2  Menjadi Mursyid Tarekat

4.    Karomah
5.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Raden Zainuddin Syafi’i, lahir di Desa Wonokromo Jejan Bantul DIY. Pada tahun 1903 M.

1.2 Riwayat Keluarga
Beliau menikah dengan Nyai Shofiyah, putri simbah KH. Siradj pengasuh pondok Pesantren Maron. Dari pernikahannya beliau dikaruniai putra-putri, yakni:

  1. K.R. Chasanudin,
  2. Ny Cholimah,
  3. KH. R Chamid,
  4. K.R. Chabib,
  5. Nyai Chamidah,
  6. KH.R. Charist,
  7. Nyai Hasyimah,
  8. Nyai Asiyah,
  9. K.R. Hisyam.

Putra-putra beliau yang masih hidup seperti KH. R. Charist, K.R, Hisyam masuk dalam dewan penasehat pondok Pesantren maron hingga sekarang.

1.3 Wafat
Beliau wafat diusia ke 75 tahun dan menyebabkan kehilangan yang luar biasa lagi para santri dan masyarakat Maron. Pada masa kepemimpinan beliau Pesantren maron mengalami banyak perkembangan. Haul KH. R. Zenuddin Syafi’i diselenggarakan setiap tanggal 22 jumadil’ula.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Beliau melalui pendidikannya di Pesantren saat beliau masih berusia 13 tahun, setelah terlebih dahulu belajar kepada ayahnya sendiri.

Awal beliau berguru kepada Kyai Ibrohim di Pesantren Lerap Kebumen. Beberapa tahun kemudian beliau pindah kepondok besar lainnya, yakni pondok Pesantren Termas, Pacitan, Jawa Timur. Di Pesantren Termas beliau mendapat julukan Kyai Jangkrik. Setelah itu beliau masih melakukan pengembaraan belajar diberbagai pondok Pesantren hingga umur beliau 31 tahun.

2.2 Guru-Guru

  1. Kyai Ibrahim,
  2. KH. Dimyathi Termas,
  3. KH. Ghozali,
  4. KH. Nawawi Jogja,
  5. KH. Dalhar Watu Congol
  6. KH. Siradj

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah

3.1 Menjadi Pengasuh Pesantren
Kepengurusan Pesantren diserahkan oleh KH. Ghozali kepada beliau. KH. Ghozali berniat untuk lebih berkonsentrasi mengabdi kepada masyarakat  desa.

Setelah kepengasuhan pondok di serahkan pada KH. R. Zainuddin beliau tetap mempertahankan metode salaf dengan mengajarkan berbagai ilmu yang sedikit banyak terpengaruh dari tempat beliau nyantri dulu. Sebut saja ilmu fiqih yang condong ke pondok Pesantren Termas di bawah asuhan KH. Dimyathi. Ilmu Nahwu dan Shorof  berkiblat pada Pesantren Lerap kebumen. Dibidang Thoriqoh beliau mendapatkan pengalaman dari Pesantren KH. Nawawi Jogja, dan pada bidang Tasawwuf beliau berkiblat pada Pesantren KH. Dalhar Watu Congol Magelang.

3.2 Menjadi Mursyid Tarekat
Namun, bukan hanya ilmu syariat yang beliau ajarkan. Adat dan tata krama pun beliau ajarkan langsung dengan keseharian belia

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+