KH. Matin Syarkowi, beliau adalah putra keempat dari kedua orangtua Abuya KH Syarqowi bin Rofiq dan Ibunyai Hj. Mahdiyah binti H Rohmatullah merupakan muassis atau pendiri Pondok Pesantren Al Fathaniyah Tengkele, Kota Serang Banten.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
2.3 Mendirikan Pondok Pesantren
3. Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Karier Beliau
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Matin Syarkowi, beliau adalah putra keempat dari kedua orangtua Abuya KH Syarqowi bin Rofiq dan Ibunyai Hj. Mahdiyah binti H Rohmatullah merupakan muassis atau pendiri Pondok Pesantren Al Fathaniyah Tengkele, Kota Serang, Banten.
Saudara-saudari KH. Matin Syarkowi, di antaranya: Ibunyai Hj. Quratul 'Aini (Alm), Ibunyai Ujlah, KH Suja'i, dan putra yang terkahir adalah KH Saifun Nawasi.
1.2 Riwayat Keluarga
Beliau menikahi seorang wanita bernama Dra. Hj. Nurhasanah dan dikaruniai beberapa anak.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Sejak kecil, KH. Matin Syarqowi dididik dilingkungan Pondok Pesantren Al Fathaniyah Tengkele, Serang Banten. Beliau mengawali pendidikan formalnya di SD Negeri Kelanggaran Serang lulus pada Tahun 1980, MTs Negeri Serang lulus pada Tahun 1983, dan MA Negeri 1 Serang lulus pada Tahun 1991.
KH. Matin Syarqowi, sebelum menempuh Pendidikan diperguruan tinggi beliau melanjutkan Pendidikan Agama ke Pondok Pesantren Asshabul Maimanah Pusat Susukan, Tirtayasa Kabupaten Serang pimpinan Syaikhunal Kirom KH. Syanwani bin KH Abdul Aziz.
Sejak saat itu beliau melanjutkan Pendidikan di Perguruan Tinggi dengan berproses Strata Satu (S1) IAIN Sunan Gunung Djati di Serang lulus pada Tahun 1991.
Yang melatarbelakangi KH. Matin Syarqowi aktif di perkumpulan Nahdlatul Ulama (NU) tidak terlepas dari sanad guru dan nasab kedua orang tua yang berfaham Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.
Sementara guru yang menjadi tokoh sentral Nahdlatul Ulama di Serang pada waktu itu adalah al-Maghfurullah Syaikhunal Kirom KH. Syanwani bin KH. Abdul Aziz Sampang Tirtayasa.
Lalu, KH. Matin Syarkowi ngaji Qiroat kepada Abah KH. Khudori Kaujon Serang, dan KH. Khudori ngaji kepada KH. Tubagus Soleh Makmun bin KH. Tubagus Makmun.
Selanjutnya KH. Matin Syarkowi mendapat bimbingan dari ulama Kasemen yakni KH. Sururohman atau sering dipanggil Abah Obing (nisbat pada beliau yang ahli membongkar masalah dengan beribu solusi).
Pada waktu di Abah Obing, KH. Matin Syarkowi ngaji beberapa kitab antara lain, Sulamu al-Munauroq, kitab Ghoyatu al-Wushul, kitab Faidlul illah.
Sementara itu, KH. Matin Syarkowi melanjutkan ngaji kepada Abuya KH. Muhtadi bin Abuya KH. Dimyati Amin, antara lain kitab Asybah Imam Subki, Taisir, kitab al-Ihkam fi Ushuli al-Ahkam, Shoheh Muslim, dan al-Ghunyah.
KH. Matin Syarkowi ijazah Tarekat Qodriyah Naqsyabandiyah dari KH. Tubagus Khisni, dan KH. Khisni sanad dari mertuanya yakni KH. Tubagus Ahmad Sukamandi, dan KH. Ahmad ijazah tarekat dari KH. Afifi dan ijazah KH. Afifi dari Kiai Agung Caringin, KH. Tubagus Asnawi.
2.2 Gu
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

