KH.Cholil bin KH. Abdulloh Umar lahir di Desa Pasinan Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
2.3 Mendirikan Pondok Pesantren
3. Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Karier Beliau
4.2 Pejuang Kemerdekaan
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH.Cholil bin KH. Abdulloh Umar lahir di Desa Pasinan Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro.
1.2 Wafat
KH.Cholil bin KH. Abdulloh Umar wafat 25 Desember 1970 M.
1.3 Riwayat Keluarga
KH. Cholil bin KH. Abdulloh Umar menikahi seorang wanita sholehah bernama Hj. Shofiatun, dari buah perkawinan, beliau dikaruniai anak putera dan puteri di antaranya: :
- Imam Mukhlash
- Hj. Istiqomah
- Suyuthi.
- H. Moh. Asrori
- Hj. Mukhlisotin
- Hasan
- Husen
- Hj. Djamilah
- Umatul Hafidzoh
- Muhsin
- Mufidah
- Ririn Muktamiroh
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Semenjak kecil beliau sudah mengenyam Pendidikan agama pada ayahnya sendiri yang Bernama KH. Abdulloh Umar. KH.Cholil bin KH. Abdulloh Umar tumbuh dan berkembang menjadi anak yang tanggap dan cerdas. Disamping itu, beliau juga sangat menggandrungi ilmu. Tercatat, beliau mengeyam Pendidikan dari satu pesantren ke pesantren lain, di antaranya: Ponpes. Sidoresmo (Surabaya), Ponpes. Kranji (Sidoarjo), Ponpes. Syaikhona Cholil (Madura), Ponpes. Buntet Cirebon, Ponpes. Kasingan Rembang, Ponpes. Tebu Ireng, Ponpes. Termas (Pacitan).
Di pesantren terakhir inilah nama KH.Cholil bin KH. Abdulloh Umar mulai dikenal banyak orang alim. Pada saat itu, Pondok Termas menjadi pesantren yang besar dan disegani. Meski diasuh oleh Kyai Dimyati, namun kharisma abahnya, Syekh Mahfudz At Tarmasi masih terukir jelas dengan tinta-tinta emas.
Dua tahun sebelum wafat, Kyai Dimyati membalah kitab yang cukup besar. Bila diprkirakan pengajiannya bisa mencapai waktu tiga tahun setengah. Saat mengaji, ternyata Kyai Dimyati sakit dan tidak bisa mengajar.
Setelah lama dinanti ternyata belum kunjung sembuh juga, akhirnya dicarilah seorang badal. Entah apa alasannya, sehingga Kyai Dimyati menjatuhkan pilihan pada KH.Cholil bin KH.Abdulloh Umar, santri asal Bojonegoro.dengan penuh ketakdziman, beliau mulai meneruskan pengajian Kyainya. Dari hari kehari pengajian normal sebagaimana biasa. Namun, sayang kondisi Kyai Dimyati semakin memburuk dan dua tahun kemudian, tokoh yang bertahun-tahun memayung
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

