Syekh Tolhah dikenal sebagai tokoh tarekat. beliau bahkan tidak hanya mengamalkan satu tarekat saja. Selain Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, Syekh Tolhah juga menggeluti Tarekat Khalwatiyah. Namun ijazah mursyidnya, beliau dapatkan dari Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi:
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Penerus
3.1 Murid-Murid
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Menjadi Mursyid Tarekat
4.2 Mendirikan Pesantren
4.3 Menjadi Penasehat
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Syekh Tolhah bin Tolabuddin lahir di Desa Trusmi, Weru, Cirebon sekitar tahun 1825 M. beliau merupakan putra dari KH. Tolabuddin bin KH. Saidin bin Kyai Rafiuddin atau Kyai Asasudin. Melalui jalur nasab ini, Syekh Tolhah merupakan keturunan Sunan Gunung Jati melalui Pangeran Trusmi.
1.3 Wafat
Syekh Tolhah wafat pada tahun 1935 M, dan dimakamkan di kompleks pemakaman Gunung Jati
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Lahir dari keluarga yang kental dengan ilmu agama. Kyai Tolhah muda tentunya menikmati perjalanan intelektualnya yang luar biasa. Beliau tercatat pernah berguru kepada Kyai Adzro’i di Pesantren Babakan Ciwaringin sebelum mengembara ke Jawa Timur untuk belajar di Pesantren Gebang Tinatar di bawah bimbingan Kyai Kasan Besari dan di Pesantren Gresik.
Ketika sedang belajar ilmu di Pesantren Gresik diminta pulang oleh ayahnya yang sudah sepuh untuk membantu mengurus Pesantren Rancang yang awalnya dibangun oleh kakek buyutnya, Kyai Rafi’udin. Tapi tidak lama, beliau memutuskan untuk pergi belajar ilmu Islam ke Haramain.
Selama berada di Haramain, Syekh Tolhah berguru dengan ulama Nusantara seperti Syekh Nawawi Al-Bantani dan Syekh Khalil Bangkalan Madura. Selain melaksanakan ibadah haji, beliau juga bermukim di Makkah.
Di sana, beliau mempelajari Ilmu Tasawuf dan Tarekat dari Syekh Ahmad Khatib Sambas bin Abdul Ghafar khusus tentang TQN (Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah) hingga mencapai kedudukan sebagai Wakil Talqin dan membantu Syekh Ahmad Khatib Sambas beberapa tahun lamanya.
Pada usia 43 tahun, beliau baru kembali ke Cirebon dan telah ditetapkan sebagai khalifah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Melihat riwayat pendidikan di atas, Syekh Tolhah bisa dikatakan sebagai sosok yang berhasil membangun jaringan ulama Cirebon dengan Timur Tengah.
2.2 Guru-Guru
- KH. Tolabuddin (ayah),
- KH. Adzro’i, di Pesantren Babakan Ciwaringin
- KH. Hasan Besari, di Pesantren Gebang Tinatar
- Syekh Nawawi Al-Bantani
- Syekh Khalil Bangkalan Madura
- Syekh Ahmad Khatib Sambas
3, Penerus
3.1 Mu
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

